oleh

Soft Launching Pasar Seni dan Kreatif, Wagub Ingatkan Soal Pungli

 

radarlampung.co.id – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia hadir dan membuka langsung soft launching pasar seni dan kreatif paksi Wayhalim Bandarlampung Sabtu (25/7).

Nunik -sapaan akrab Chusnunia- memberikan pekerjaan rumah bagi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam pengelolaannya, terkait pungutan liar.

“Yang saya ingatkan dalam kegiatan disini, mudah-mudahan tidak ada laporan pungli disini. Karena sebelumnya saya banyak mendengar soal pungli disini,” beber Nunik diakhir sambutannya.

Sementara dalam sambutannya, Nunik mengatakan dengan dilakukan soft launching pasar seni dan kreatif ini sebagai bentuk usaha Pemprov Lampung dalam mendorong ekonomi kreatif di Lampung.

“Karena kalau kita bicara ekonomi kreatif hari ini di semua bidang ya berarti kita semua bidang yang tidak hanya terbatas. Namun semuany kita dorong, Karena hari ini memang kreativitas menjadi kunci untuk bisa survive karena kompetitif. Jadi kalau kompetitif maka harus memunculkan keunikan maka itulah kuncinya untuk bisa bisa bersaing dengan yang lain,” tambah Nunik.

Menurutnya, dunia kreatif di Lampung saat ini memang terkendala Covid-19. Hal ini bukan yang biasa, namun luar biasa dahsyat beratnya. Namun soal komitmen tidak akan mengurangi artinya anggaran anggaran yang untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.

“Kami akan lebih maksimal lagi, dan tetap kita pertahankan meskipun tidak bisa tertutup 100% seperti semula namun di APBD perubahan, termasuk APBD 2021. Tapi akan lebih penting daripada daripada kita masa recovery masa pemulihan kepada semua sahabat penggerak industri kreatif. Kita bisa segera pulih kembali karena kalau pulih kembali industri kreatifnya juga akan terkena dampak positifnya jadi itu cara kebijakan cara anggaran cara dukungan real pemerintah provinsi Lampung sangat mendukung industri kreatif,” tambahnya.

Sementara disinggung soal pungli, Kadis Pariekraf Provinsi Lampung Edarwan mengaku tidak akan terjadi lagi pungli di Pasar Seni dan Kreatif Paksi Wayhalim. Dia menyebut telah bekerja sama dengan pengelola untuk mengelola pasar seni dan kreatif Lampung ini.

“Saat ini pungli tidak ada lagi, waktu itu kan kotor. Sekarang sudah bersih, maka punglinya sudah tidak ada lagi. Kedepan sudah dikelola manajemen dengan kerjasama pemerintah dan AEKEN,” ucapnya.

Edarwan menyebut, Pasar seni ini berbeda dengan pasar seni sebelumnya, karena didalamnya telah dilakukan seleksi jika saat pertama masuk tidak berkualitas. Namun jika hasil seninya bagus dan berkualitas maka bisa dilanjutkan untuk memamerkan produknya. Karena berharap ini tempat pertemuan konsumen dan produsen.

Selain itu tempat ini juga diharapkan menjadi destinasi wisata. Termasuk menyediakan soufenir ciri khas Lampung. “Setiap hari insyaallah buka, namun pada waktu tertentu bisa menjadi ajang musisi memamerkan hasilnya produksinya,” katanya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi