oleh

BCA Syariah Jaga Kualitas Pertumbuhan

radarlampung.co.id – Sampai dengan April 2020, market share perbankan syariah tercatat sebesar 6,07 persen dari perbankan nasional, dengan share bank umum syariah sebesar 65,12 persen, UUS 32,22 persen dan BPRS sebesar 2,55 persen.

Sejak tahun 2012 hingga 2019 industri perbankan Syariah nasional mengalami perlambatan baik pada aset, pembiayaan maupun DPK. Kendati begitu, PT Bank BCA Syariah tetap berhasil menjaga kualitas pertumbuhannya meski di tengah pandemi global.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PT Bank BCA Syariah, Pranata Nazamudin dalam virtual media update tentang Pencapaian Kinerja Keuangan BCA Syariah semester I – 2020, yang digelar Senin (27/7) pagi.

Dalam paparannya dia mengatakan, sejak dikonversikan di tahun 2010 hingga 2019 rata-rata pertumbuhan total aset BCAS 2010-2019 (CAGR) tumbuh 28,97 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bank umum syariah yang berada di angka 17,97 persen.

“Sementara untuk year on year (yoy) sampai dengan Juni 2020, total aset BCAS naik di angka 21,05 persen, sementara untuk bank umum syariah berada di angka 10,7 persen,” katanya.

Sedangkan dari segi pembiayaan BCAS, dapat menunjukan pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,18 persen, secara yoy dan 33,02 persen secara rata-rata 2010-2019 (CAGR), lebih tinggi dibanding industri yang berada di angka 9,8 persen secara yoy dan 14,19 persen untuk CAGR bank umum syariah.

Dia juga menyebutkan, Portofolio pembiayaan BCAS masih didominasi oleh segmen komersial. Sesuai dengan ketentuan regulator, pembiayaan pada segmen UMKM berada di atas ketentuan yaitu sebesar 21,3 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga meningkat 7,46 persen yoy menjadi Rp6,1 triliun. Rata-rata pertumbuhan DPK BCA Syariah sebesar 30,72 persen berada di atas industri yang tercatat sebesar 15,99 persen. Adapun laba sebelum pajak BCA Syariah di 2020 tercatat sebesar Rp37,3 miliar atau meningkat 8,72 persen year on year.

“Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa BCAS tetap mencatatkan pertumbuhan positif baik pada aset, pembiayaan, DPK dan laba,” tambahnya.

Sementara itu, pertumbuhan aset BCAS di 2020 salah satunya didukung oleh peningkatan DPK sebesar 7,46 persen. Pertumbuhan pembiayaan 16,18 persen menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan laba.

Secara umum, lanjutnya, rasio keuangan BCAS dapat terjaga pada level yang baik dan memadai. Dia juga mengatakan likuiditas bank tetap terjaga dengan struktur modal yang memadai untuk ekspansi bisnis bank.

“Dari segi kualitas pembiayaan, per Juni 2020, loan at risk BCAS tercatat sebesar 6,73 persen turun dibandingkan Juni 2019 yang tercatat 6,82 persen. Adapun total re struktur terkait kau fit per Juni 2020 sebesar Rp688 miliar,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi