oleh

Katanya Digunakan Pemerintah Selama Lima Tahun, Warga Kaget, Lahan Sudah Bersertifikat

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tokoh masyarakat Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit Daman Nuri dan Kawi Adi mendatangi Komisi I DPRD Lampung Barat, Senin (27/7). Mereka mengadukan status lahan 14 warga yang telah bersertifikat atas nama pihak lain.

Daman Nuri mengatakan, persoalan lahan yang berada di Lingkungan Karyamaju ini bermula saat Camat Gulipar mengumpulkan 14 pemilik lahan pada 1995 silam.

“Saat pertemuan tersebut camat menyatakan bahwa tanah mereka dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Karena itu tanam tumbuh di kebun masyarakat tersebut akan dihitung dan diganti rugi. Sesuai dengan kepemilikan masing-masing,” kata Daman Nuri kepada wartawan.

Daman Nuri mengaku, proses pembebasan lahan dengan luas sekitar 10 hektare tersebut diduga di bawah tekanan. Di mana, jika warga tidak memberikan lahan tersebut selama lima tahun, maka akan diambil paksa dan tidak mendapat ganti rugi.

“Sekitar setengah bulan sejak ditemui itu, masyarakat diminta ke kantor camat. Mereka dipanggil satu per satu dan diberi amplop. Isinya bervariasi. Ada yang menerima Rp300 ribu, Rp400 ribu dan paling tinggi Rp500 ribu,” urainya.

Lantas muncul persoalan. Pasalnya, setelah lima tahun, terbit sertifikat tanah atas nama pihak lain.

“Kami merasa ditipu. Kami telah menyerahkan SKT (surat keterangan tanah) dan akta tanah. Sebab janjinya hanya akan digunakan selama lima tahun. Ternyata telah disertifikatkan,” sebut dia.

Komentar

Rekomendasi