oleh

YuTuber Dinilai ‘Kuda Hitam’ yang Bisa Membuat Kejutan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mesin partai politik (Parpol) kembali dipanaskan. Tentunya guna menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Bandarlampung menjadi salah satu kota yang bakal melaksanakan pesta demokrasi itu. Beberapa bakal calon bermunculan, baik calon independen (caden) seperti Firmansyah dan Ike Edwin; juga bacalon parpol seperti Eva Dwiana, Rycko Menoza, serta pasangan calon (Paslon) Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.

Yutuber (Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Bersama) belakangan mengagetkan publik. Bagaimana tidak, pasangan ini sudah mengantongi 16 kursi. Modal awal yang bagus untuk maju Pilwakot Bandarlampung. Melihat gerakan paslon yang sudah direkomendasi beberapa parpol yakni PAN, Partai Demokrat, PKB dan Perindo ini, analisa pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menilai, paslon ini diprediksi jadi ‘Kuda Hitam’ yang langkah politiknya wajib diamati.

Menurutnya, melihat dan belajar dari dua kali proses pemilihan gubernur (Pilgub) 2014 pasangan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Pilgub 2019 Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, keduanya awalnya memiliki elektabilitas cukup rendah dan tidak pula diperhitungkan, akan tetapi di akhir pertempuran, paslon Ridho-Bachtiar menang telak, Arinal-Nunik pun mampu menang dalam pilgub.

Dosen Unila itu lantas menganalisa, meski popularitas dan elektabilitas paslon Yusuf Kohar-Tulus Purnomo bukan di urutan teratas, namun hal ini jangan sampai membuat terlena pihak lain. Karena rendahnya elektabilitas dan popularitas bisa digenjot dengan peran keduanya untuk meyakini masyarakat sampai memilihnya di bilik suara.

“Langkah politik Yutuber ini yang sulit sekali ditebak. Makanya saya analisa bisa jadi kuda hitam dalam Pilkada Bandarlampung. Karena, belajar dari Pilgub Lampung Paslon elektabilitas dan popularitas rendah, malah menjadi pemenang,” ujarnya, Senin (27/7).

Tidak ada salahnya semua calon perlu mewaspadai. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. “Kita berharap yang penting Pilkada ini berkualitas. Pilkada yang bukan hanya memaksakan bahwa harus jadi, tetapi harus mempertimbangkan aspek-aspek lain yang benar-benar berlangsung secara jujur dan adil,” ucapnya.

Awalnya, sambung dia, semua mata melihat bahwa Rycko adalah kompetitor dari Eva Dwiana, bukan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo — Yutuber bukan sosok yang diperhitungkan. “Dan semoga juga penyelenggaranya masih tegak kepalanya,” ucapnya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi