oleh

DPRD Sorot Pengadaan Kontainer Sampah

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung tengah mengadakan 30 kontainer sampah. Namun, dalam proses pengadaannya, dinilai janggal. Sebab, rekanan yang mendapatkan pengadaan itu dari segi administrasi tidak memenuhi syarat, karena alamat kantor yang tertuang dalam LPSE tidak sesuai dengan aslinya.

Menanggapi hal tersebut, anggota komisi II DPRD Bandarlampung, Agus Djumadi, A.Md. meminta agar Pemkot mengevaluasi rekanan yang mendapatkan pekerjaan kontainer sampah. Sebab, ditakutkan barang yang disediakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diajukan.

“Dari proses administrasi lelangnya saja sudah keliru. Bagaimana nanti barang yang disediakan. Mudah-mudahan, mereka benar kerjanya,” katanya kepada Radar Lampung, Selasa (28/7).

Saat ini, sambung Agus, Ia bersama rekan-rekan legislatif sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan Perda sampah nomor 5 tahun 2015 tentang pengelolaan sampah. Dari penelusuran, masih banyak tempat sampah yang tidak layak, sehingga dirinya meminta agar DLH Bandarlampung memperhatikannya.

“Jangan sampai, kami sudah sosialisasi ke masyarakat, justru lokasi penempatan sampahnya tidak layak. Makanya, pengadaan kontainer sampah ini juga menjadi sorotan kami,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandarlampung ini mengaku akan membahas persoalan tersebut di tingkat fraksi. “Ya, nanti saya coba berbicara di fraksi kami, untuk dibahas lebih lanjut. Persoalan sampah memang tengah menjadi pembahasan serius,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Bandarlampung, Ismet Saleh, enggan membeberkan spesifikasi pengadaan kontainer sampah yang akan dibeli oleh pihak ketiga. “Nanti saja, kalau sudah dibeli oleh pihak ketiga, nanti saya kasih tahu spesifikasinya,” elaknya.

Sementara, saat radarlampung.co.id menghampiri kantor CV.Sanja Cipta Perkasa, warga sekitar mengaku tidak mengetahui jika rumah tersebut merupakan sebuah kantor. “Setahu saya itu rumah, bukan kantor. Orangnya memang jarang dirumah, makanya nggak ada aktifitas,” ujar lelaki paru baya yang enggan menyebutkan namanya, saat ditemui di Jalan Ryacudu, Blok B4 No. 18, Kelurahan Korpriraya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

Kemudian, Radar Lampung kembali menghubungi nomor kontak Rangga, yang diketahui Direktur CV Sanja Cipta Perkasa di 0812-7945-xxxx. Namun, justru yang mengangkat tiba-tiba mengaku salah sambung. “Maaf ini siapa, salah sambung, saya Rian bukan Rangga,” jawab lelaki yang menerima panggilan Radar Lampung, Senin (27/7).

Tak puas dengan jawaban itu, wartawan mengonfirmasi Ismet Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Bandarlampung, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan kontainer sampah. Dia membenarkan nomor itu milik Rangga sebagai Direktur CV Sanja Cipta Perkasa. “Ya itu benar nomor Rangga. Dia Direktur CV Sanja Cipta Perkasa,” katanya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Kota Bandarlampung, Soni Rahadhiyan masih belum memberikan komentar terkait hal itu. Panggilan tak kunjung diterima.

Sebelumnya, Direktur CV Sanja Cipta Perkasa Rangga membenarkan bila alamat yang tercantum di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan kesalahan administrasi. Lantaran, alamat kantor yang merupakan rumahnya itu belum diperbaharui.

“Ya, memang sebelumnya Blok B4 No. 4 waktu pembuatan surat tanah. Tetapi, waktu ada pengurutan nomor rumah. Nomornya berubah menjadi nomor 18,” katanya kepada Radar Lampung, Jumat (24/7).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2020 ini mendapat anggaran pengadaan kontainer sampah dengan pagu Rp990 juta untuk 30 unit. Lelang pengadaan barang itu, dimenangkan oleh CV Sanja Cipta Perkasa dengan nilai negosiasi sebesar Rp971.508.000. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi