oleh

Kampung Tulungkakan Resmi Jadi Kampung Tangguh Nusantara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kampung Tulungkakan, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, resmi menjadi Kampung Tangguh Nusantara, Rabu (29/7). Launching dilakukan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto bersama Wakapolda Lampung Brigjen Sudarsono, Dirbinmas Kombespol Anang Triarsono, Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro, dan Dandim 0411/LT Letkol CZI Burhannudin.

Kepala Kampung Tangguh Nusantara Lukmanto mengucapkan terima kasih atas penghargaan karena Tulungkakan ditunjuk sebagai Kampung Tangguh Nusantara. “Dengan di-launching-nya Kampung Tangguh Nusantara, mudah-mudahan siap menghadapi segala sesuatu di tengah pendemi Covid-19,” katanya.

Lukmanto menyampaikan, masyarakat Kampung Tulungkakan memiliki beragam aktivitas. Ada yang menanam padi, jagung, dan sayuran. Masyarakat juga menanam buah-buahan seperti bengkuang dan nanas. Ada juga peternakan sapi, kambing, bebek, dan burung murai. Ada juga KWT yang menanam sayuran dalam memanfaatkan pekarangan sehingga tidak perlu beli lagi.

“Selain itu, ada inovasi kerajinan anyaman bambu, pembuatan keripik tempe, dan lain-lain,” ujarnya.

Di Kampung Tulungkakan, kata Lukmanto, disediakan rumah Bhabinkamtibmas untuk mempermudah masyarakat berkomunikasi terkait permasalahan di lingkungan sekitar. Di sana juga ada poskamling dan pemortalan jalan kampung demi kenyamanan masyarakat. Pada massa pandemi Covid-19 ini juga disediakan rumah isolasi, penyemprotan disinfektan, penyediaan tempat cuci tangan di tempat umum. “Di sini juga dilakukan proses pemulsaran jenazah Covid-19,” ungkapnya.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan tim gugas tugas penanganan pencegahan Covid-19 sudah dibentuk dari tingkat kabupaten hingga RT. “Usaha kita untuk pencegahan Covid-19 sudah luar biasa. Tapi, masih ada yang terjangkit Covid-19. Masyarakat Lamteng yang terjangkit kerja dari luar. Dari 33 kasus, satu meninggal, 30 sembuh dan 2 sedang dirawat,” katanya.

Loekman menyatakan dirinya sangat mendukung konsep Kampung Tangguh Nusantara. “Inilah wujud sinergitas bersama TNI-Polri. Diharapkan bisa jadi dasar untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Warga yang terkena Covid-19 harus di-support dan jangan dijauhi,” katanya.

Kampung Tangguh Nusantara ini, kata Loekman, tentunya akan berdampak terhadap kesadaran masyarakat dari segi kesehatan, ekonomi, dan sosial. “Jadi masyarakat harus kompak jadi pelopor untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya

Pada massa pandemi Covid-19, kata Loekman, ada sekitar 27.000 UMKM yang terdampak.

“Ini jadi kekhawatiran saya. Daya beli masyarakat yang rendah bisa memicu tindakan kriminalitas. Bekerja sama dengan Baznas juga sangat membantu memulihkan perekonomian masyarakat. Dalam pengelolaan keuangan untuk penanggulangan Covid-19, kita dapat reward dari pemerintah pusat tambahan anggaran sekitar Rp11,95 miliar. Kita juga menyediakan anggaran untuk pemulihan ekonomi membantu UMKM sekitar Rp5 miliar lebih. Jika tak ada perubahan, sekitar 17.000 UMKM akan kita bantu Rp1 juta,” ungkapnya. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi