oleh

RSUD Tubaba Kembali Isolasi Pasien Reaktif, Kadiskes : Kita Tunggu Hasil Uji Swab

RADARLAMPUNG.CO.ID-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dikabarkan kembali merawat 2 (dua) pasien reaktif hasil rapid test Covid-19. Yakni AF (30) warga Tiyuh Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah yang memiliki riwayat perjalanan dari Kota Bekasi. Lalu,  RP (13) warga Tiyuh Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang. Hasil tracking dan screening yang dilakukan tim medis terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sampai  kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD setempat.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, Majril, S.Kep, Ns, MM. Menurutnya, pasien atas nama AF dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan pihak RS Ahmad Yani-Metro saat yang bersangkutan hendak memeriksakan kondisi kakinya usai dilakukan operasi pemasangan pen. Sedangkan RP merupakan anak dari ES (49, P-06), pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab laboratorium RSUD Menggala.

“Sejak kemarin (Selasa, 28/7), keduanya sudah kita isolasi di RSUD Tubaba. Selanjutnya, akan dilakukan uji swab di laboratorium RSUD Menggala-Tulang Bawang guna mengetahui apakah mereka positif atau negatif Covid-19. Pengambilan sampel swab sudah dilakukan dan sudah kita bawa ke RSUD Menggala. Jadi kita tinggal menunggu hasilnya,”ungkapnya via WhatsApp, Rabu (19/7).

Dijelaskannya, pasien AF dilakukan pemeriksaan rapid test oleh rumah sakit, lantaran dia mengaku memiliki riwayat perjalanan dari Kota Bekasi. Sehingga pihak rumah sakit sebelum memberikan pelayanan lebih lanjut terkait pemeriksaan pasca operasi kaki AF melakukan rapid test terlebih dahulu. “Setelah RS Ahmad Yani mendapatkan hasil rapid test AF reaktif, mereka langsung berkoordinasi dengan Dinkes Tubaba dan dia langsung kita  jemput untuk menjalani isolasi di RSUD Tubaba,” terangnya.

Sementara pasien RP diketahui reaktif setelah tim medis melakukan tracking dan screening kedua. Sebab sebelumnya hasil rapid test menunjukkan non reaktif. “Sebenarnya dia sudah menjalani rapid test dari tracking dan screening terhadap P-06 (ES), tapi hasilnya waktu itu non reaktif. Nah kemarin karena ada gejala, maka dilakukan rapid test kembali dan hasilnya ternyata reaktif, sehingga langsung kita lakukan isolasi di RSUD untuk memastikan kondisi kesehatannya,” ulas Majril.

Sementara itu, lanjutnya, hasil tracking dan screening atas tiga pasien positif Covid-19 yakni DS (P-07), WA (P-08), dan TW (P-09) juga dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut dan hasilnya non reaktif.“Namun, mereka tetap masuk dalam daftar OTG (Orang Tanpa Gejala) dan diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi, hingga saat ini setelah dilakukan tracking dan screening tersebut, jumlah OTG di Tubaba berjumlah 77 orang, sebab sebelumnya sudah terdata 70 orang OTG,”tukasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi