oleh

Bentuk Niat Jahat Corporate Melanggengkan Kapitalisme

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akademisi Universitas Lampung Dr. Dedy Hermawan angkat bicara terkait dugaan konglomerat yang mendukung salahsatu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung M.Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Wibowo.

Kepada Radar Lampung, Dedy mengatakan, yang selama ini harus dilawan adalah hegemoni pengusaha atau corporate dalam mengendalikan pesta demokrasi. “Ini harus dilawan. Karena disinyalir ada niat jahat untuk melanggengkan kapitalisme. Melanggengkan bisnisnya. Tentunya ini mengancam kesejahteraan masyarakat. Ini sangat berbahaya jika memang benar ada demokrasi yang dikendalikan oleh corporate,”tandasnya, Senin (3/8).

Menurutnya, ini merupakan hal yang harus dilawan. Dimana, jika sudah ada corporate yang ikut campur dalam pelaksanaan demokrasi, maka sudah bisa dibaca, banyak kepentingan yang akan dilakukan setelah yang dipasang corporate tersebut menjadi kepala daerah.

“Jangan sampai korporate mengintervensi demokrasi dengan kekuatan kapital uangnya, ini haris dilawan. Kita sudah bisa membaca kalau sudah ikut campur bisa diduga untuk kepentingan bisnisnya semata. Eksploitasi lahan, SDM, SDA di daerah kegiatan corporatenya,”kata dia.

Tentu, sambung Dedy, di momentum ini semua pihak harus melakukan upaya bersama untuk memerangi jika benar ada corporate yang memasangkan calonnya dalam pilkada.

“Secara idealisme, seharusnya memang semua pihak berperan yang memang menjunjung tinggi tegaknya demokrasi. Mulai dari pemerintah, ya KPU dan Bawaslu beserta perangkatnya hingga ke lapisan bawah. Parpol, akademisi, juga media massa termasuk. Serta kelompok masyarakat yang masih memiliki nalar yang sehat dalam membangun tegaknya demokrasi. Semua harus bergerak,” bebernya.

Dia menilai, tentunya ini menjadi pekerjaan dan tantangan serta ujian masyarakat Lampung. Dimana, tren nya di setiap menjelang pilkada ada niatan corporate untuk mengambil peran.

“Jadi semangat yang unsur-unsur tadi, harus aktif. Agar demokrasi pilkada yang bersih dan bermannfaat bisa tercipta. Kalau pasif, bagaimana bisa melawan. Musibah namanya, sebab demokrasi kita gampang ditembus oleh corporate,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Dimana, ini bisa menjadi celah corporate memainkan perannya dengan berpolitik uang. “Dalam kondisi normal saja, sangat sulir menjaga masyarakat dari politik uang. Godaannya besar. Sebab, kondisi masyarakat sebagian besar masih pragmatis. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi. Ini juga menjadi hipotesis saya, bahwa, mental masyarakat cenderung melemah lantaran lebih mengedepankan kondisi ekonomi. Dan lebih mudah untuk dibeli dengan ditukar dengan logistik, uang, sembako dan lainnya. Pihak-pihak yang punya kepedulian terhadap tegaknya demokrasi tadi harus tidak boleh menyerah. Harus bersama perang,”imbuhnya.

Penegakan demokrasi yang kuat dari elemen masyarakat ini haruslah kuat agar perangkat pemerintah seperti KPU dan Bawaslu juga bisa terkontrol dalam tugasnya melaksanakan dan mengawasi berjalannya pilkada. “Sebab, pasti disetiap wilayah dibayang-bayangi kekuatan besar ini. Kalau elemen itu konsisten tentu masyarakat terbantu, dan KPU serta Bawaslu juga benar-benar bekerja, dengan mengoptimalkan perangkatnya di kecamatan. Harus lebih membuka mata, telinga untuk melakukan demokrasi yang bersih. Masih ada waktu tiga bulan untuk mempersiapkannya,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandarlampung, Budiman AS mengatakan, menampik jika Bapaslon yang diusung partainya didukung oleh corporate. “Tidak benar itu. Saya kira berbicara harus ada pembuktian,” kata dia.

Dia juga mengatakan, pasca mendapatkan surat tugas, Yusuf Kohar kemudian memberitahukan kepada DPC. Begitu juga saat mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat. Dimana, apa yang sudah menjadi ketetapan DPP Partai, pihaknya tegak lurus untuk mengikutinya.

“Survei itu menjadi salahsatu pertimbangan dan dilakukan kok. Kan sudah ditetapkan oleh DPP. Jika sudah ditetapkan tentu harus didukung,”ucapnya. (abd/yud)

Komentar

Rekomendasi