oleh

Neraca Perdagangan Lampung Masih Surplus

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung mencatat kondisi neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juni 2020 yang mengalami surplus sebesar US$88,36 juta. Diketahui, untuk nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2020 mencapai US$221,06 juta lebih tinggi dari nilai impor Juni 2020 yang mencapai US$132,70 juta.

Kepala BPS provinsi Lampung, Faizal Anwar mengatakan, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2020 mencapai US$221,06 juta, mengalami peningkatan sebesar US$46,85 juta atau naik 26,89 persen dibanding ekspor Mei 2020 yang tercatat US$174,21 juta.

Nilai ekspor Juni 2020 ini jika dibandingkan dengan Juni 2019 yang tercatat US$206,61 juta, mengalami peningkatan sebesar US$14,45 juta atau naik 6,99 persen.

Sementara itu, 10 golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2020 yakni lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp; karet dan barang dari karet; ampas/sisa industri makanan; ikan dan udang; daging dan ikan olahan; dan berbagai produk kimia.

Peningkatan ekspor Juni 2020 terhadap Mei 2020 terjadi pada 9 golongan barang utama yaitu karet dan barang dari karet naik 101,75 persen; kopi, teh, rempah-rempah naik 67,95 persen; batu bara naik 62,35 persen; bubur kayu/pulp naik 48,98 persen; serta ampas/sisa industri makanan naik 45,88 persen.

“Kemudian berbagai produk kimia naik 40,00 persen; ikan dan udang naik 23,11 persen; olahan dari buah-buahan sayuran naik 19,75 persen; dan daging dan ikan olahan naik 0,32 persen. Ada pun golongan barang utama yang mengalami penurunan yakni lemak dan minyak hewan/nabati turun 2,97 persen,” katanya.

Lebih jauh dia menyebutkan, negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2020 antara lain Amerika Serikat yang mencapai US$41,68 juta, Italia US$32,21 juta, Tiongkok US$26,15 juta, Pakistan US$15,44 juta, dan Belanda US$14,62 juta.

Kemudian, Korea Selatan US$11,29 juta, Jepang US$8,25 juta, Taiwan US$7,61 juta, Hongkong US$6,38 juta, dan Singapura US$6,29 juta. Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 76,87 persen.

Ekspor menurut sektor pada Juni 2020 dibanding Mei 2020 untuk ketiga sektor mengalami peningkatan. Diantaranya Produk pertanian mengalami peningkatan sebesar 62,75 persen, produk pertambangan lainnya naik 62,43 persen, dan produk industri pengolahan naik 17,94 persen.

Jika dibandingkan dengan Juni 2019, produk pertanian naik 37,34 persen, produk pertambangan dan lainnya turun 21,30 persen, dan produk industri pengolahan naik 7,95 persen.

“Ekspor menurut sektor pada Januari-Juni 2020 dibandingkan Januari-Juni 2019, produk pertanian naik 6,80 persen, produk pertambangan dan lainnya turun 46,10 persen, produk industri pengolahan naik 4,45 persen,” tandasnya.

Sementara untuk nilai impor Provinsi Lampung pada Juni 2020 mencapai US$132,70 juta atau mengalami peningkatan sebesar US$27,64 juta atau naik 26,31 persen dibanding Mei 2020 yang tercatat US$105,06 juta. Nilai impor Juni 2020 tersebut lebih rendah US$26,80 juta atau turun 16,80 persen jika dibanding Juni 2019 yang tercatat US$159,50 juta.

Nilai impor menurut penggunaan barang pada Juni 2020 dibanding Mei 2020 untuk ketiga kelompok penggunaan barang mengalami peningkatan. Diantaranta yakni Barang modal mengalami peningkatan sebesar 47,84 persen, bahan baku/penolong naik 25,92 persen, dan barang konsumsi naik 6,24 persen.

“Jika dibandingkan dengan Juni 2019, barang modal naik 166,47 persen, bahan baku/penolong turun 18,41 persen, dan barang konsumsi turun 26,81 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang Januari-Juni 2020 dibandingkan Januari-Juni 2019, barang modal turun 25,39 persen, bahan baku/penolong turun 61,98 persen, dan barang konsumsi turun 11,30 persen,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi