oleh

Catat, Wajib Hati-Hati Saat Melintas Jembatan Gantung Ini

RADARLAMPUNG.CO.ID-Jembatan gantung penghubung Kampung Tiuh Balak II Kecamatan Gunung Labuhan dengan Kampung Sukosari Kecamatan Baradatu kondisinya memprihatinkan. Hal ini membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas.

Untuk diketahui jembatan gantung ini hanya selebar 1,2m. Jembatan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Dan ketika akan menyeberang juga harus bergantian. Selain itu tak ada ada pagar pengaman di kedua sisi jembatan.

Marmah (65) warga Dusun 4 Kampung Tiuh Balak II mengatakan, jembatan gantung itu sudah berdiri sejak tahun 1960. Dan mulai diperbarui pada sekitar tahun 1980. “Tahun 1960 jembatan ini sudah dibangun. Dan waktu itu masih menggunakan anyaman bamboo. Baru tahun 1980 diberi lantai papan oleh masyarakat,” ujarnya.

Masih kata Marmah atas hasil musyawarah, masyarakat sepakat untuk memperbaiki jembatan dengan cara patungan pendanaan. “Kami sokongan di sini atas kesepakatan bersama. Bagi siapa saja yang memanfaatkan jembatan itu dimintai sokongan. Dan besaran sokongan itu tergantung kepada kesepakatan bersama tergantung banyak atau tidaknya yang sokongan. Jika banyak terkadang dimintai Rp50 ribu jika sedikit yang sokongan dimintai Rp100 ribu,” tambah Marmah.

Ditambahkan Irawan (27) warga Kampung Tiuh Balak, jembatan tersebut pernah akan diperbaiki oleh Kepala Kampung  Tiuh Balak II terdahulu. Tapi hingga berganti kepala kampung tidak kunjung diperbaiki. “Waktu kepala kampungnya Pak Paksi pernah mau dibangun melalui dana desa, tapi sampai hari ini belum juga terealisasi,” tuturnya.

Febri (15), warga  Tiuh Balak II yang kebetulan melintas di jembatan mengatakan, dirinya dibayangi rasa takut jatuh kala menyeberangi jembatan.  “Saya sebenarnya takut menyeberang tapi karena sudah jadi keharusan, mau tidak mau harus menyeberang,” ucap Febri.

Hal yang senada dikatakan oleh Erik (16),  dirinya harus dengan menarik gas motornya lebih kencang karena posisi jembatan yang cekung sehingga ketika akan mencapai seberang posisi jembatan menanjak. “Yang saya khawatirkan ketika akan sampai seberang jembatan ini, karena terlalu tinggi takut motor saya mundur,” ungkap erik. (sah/wdi)

Komentar

Rekomendasi