oleh

Penghalauan Menjadikan Yutuber Bukan Lagi Kuda Hitam, Tapi Kuda Troya!

RADARLAMPUNG.CO.ID – Nama Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar kian moncer. Bukan hanya karena sosoknya yang telah “memborong” partai politik untuk maju dalam Pilwakot Bandarlampung. Belakangan, sosok Yusuf Kohar viral lantaran mendapat tentangan dari aparatur negara -lurah hingga camat- saat turun ke tengah masyarakat.

Padahal, dalam beberapa kesempatan Yusuf Kohar menegaskan kedatangannya untuk menengok kondisi masyarakat. Sebagaimana salah satu tugasnya sebagai pejabat negara.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Bandarlampung Mungliana pun menyayangkan kerap kali terjadi penolakan dan penghadangan yang dilakukan aparatur negara terhadap sosok wakil wali kota.

“Jujur saya prihatin. Kenapa seorang wakil wali kota ketika turun ke masyarakat mengalami banyak kendala. Bahkan kendala yang muncul terkesan tersusun secara masif dan terorganisir,” sesal Mungli, Selasa (4/8).

Penolakan, kata dia, bak menjadi gerakan serentak. Seakan sudah di-tracking/dilacak, di mana saja tempat yang akan dikunjungi Yusuf Kohar, di situ sudah disiapkan upaya penghadangan.

Dia menyatakan prihatin dan mengecam keras melihat sejumlah penghalauan yang terjadi. Bahkan, kata dia, kerap ada sikap yang tidak sopan dari seorang aparatur negara kepada wakil wali kota selaku atasannya.

“Bagaimanapun beliau masih pejabat negara yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk melihat kondisi masyakarat. Apalagi di masa-masa pandemi ini,” kata Mungli.

Semestinya, lanjut dia, semua pihak harus saling membantu. Sebab, hampir dipastikan di masa pandemi ini banyak masyarakat terimbas ekonominya.

“Saya berharap yang namanya aparatur negara itu mengerti betul tugas mereka, selain menjaga keamanan dan ketentraman, tapi juga memastikan kesejahteraan masyarakatnya. Ingat, bantuan pemerintah sangat terbatas, jadi kalau ada bantuan dari pihak lain ya semestinya diapresiasi,” pintanya seraya berpesan semoga kedepan aparatur negara bisa bersikap netral, jangan terlibat politik praktis.

Menurutnya tindakan diskriminatif yang dialami Yusuf Kohar itu justru kian membangkitkan loyalitas dan semangat yang tinggi dari simpatisan dan kader Partai Demokrat beserta partai pengusung untuk memenangkan Yutuber. Karenanya pihaknya akan terus berkoordinasi dan konsolidasi antar kader maupun koalisi partai untuk merapatkan barisan. “Kekuatan dan semangat kami jadi berlipat ganda,” ucapnya.

Fakta ini, sambung dia, membuktikan Yutuber memiliki kekuatan yang ditakuti pihak yang berlawanan dengannya. Yang pasti, kata dia, saat ini terbaca ada ketakutan besar dari satu pihak akan kemajuan yang diperoleh Yutuber –tagline Yusuf Tulus Bersama–. Bahwa Yutuber yang dianggap kuda hitam saat ini tidak hanya memperoleh perahu, tapi kapal besar lantaran telah melebihi ambang batas. Sebab, saat ini Yutuber sudah mengantongi 16 kursi. Sementara syarat pencalonan dalam Pilwakot Bandarlampung cukup 10 kursi dukungan. Sementara calon lain dari jalur partai belum memenuhi persyaratan tersebut.

Dengan berlipat gandanya semangat dan loyalitas simpatisan, kader partai, serta masyarakat yang bersimpati, menjadikan Yutuber bukan lagi kuda hitam melainkan Kuda Troya, yang memiliki pasukan terbaik dengan gerakan strategi terbaik untuk memcapai tujuan dan hasil terbaik pula. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi