oleh

DLH Belum Inventarisir, DPRD Loloskan Pengadaan Kontainer

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung meloloskan pengadaan kontainer tahun anggaran 2020 dengan pagu Rp990 juta. Namun, pada kenyataannya, jumlah kontainer hingga saat ini belum jelas inventarisirnya.

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung Handrie Kurniawan mengungkapkan, pihaknya mendapat dasar dalam meloloskan pengadaan kontainer melalui data yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung.

“Secara umum kita pernah mendiskusikannya dalam rapat-rapat dengan mereka. Memang secara kebutuhan tong sampah ini memang harus banyak disupport,” katanya kepada Radar Lampung, Rabu (5/8).

Menurutnya, data terkait jumlah kontainer yang layak dan tidak layak dari DLH tidak mereka pegang. Sehingga secara teknis, pihaknya tidak mengetahui bagaimana keadaan kontainer sampah saat ini.

“Kalau secara teknis, silahkan tanyakan ke DLH, jumlahnya berapa. Akan tetapi, secara umum, evaluasinya, salah satunya kekurangan dan perlu support itu yaitu kondisi tong sampah. Terutama TPS dan beberapa titik,” ujarnya.

Pihaknya, mengambil dasar kesimpulan pengadaan kontainer sampah melihat keadaan di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) yang cukup menyedihkan. Kontainernya perlu diperbaiki. Beberapa titik juga perlu ditambah. Pihaknya, melihat kondisi di lapangan.

“Nah, kalau data, kita tidak pegang. Jumlahnya berapa. Namun secara umum pernah kita tanyakan dan disampaikan di rapat kerja. Kondisinya secara umum. Namun, secara teknis, jumlahnya berapa tidak terungkap secara jelas,” jelasnya.

Sementara, DLH Kota Bandarlampung mengakui bila belum melakukan inventarisir terkait keberadaan kontainer sampah. Sehingga, terkait jumlah yang layak dan tidaknya belum tahu kejelasannya.

Bendahara Barang di DLH Kota Bandarlampung Ridwan Kurniawan, sebelumnya mengungkapkan berdasarkan catatan yang diterima dari bendahara sebelumnya, total kontainer sampah di Kota Bandarlampung sebanyak 163 unit.

Adapun rinciannya, pengadaan kontainer yang dilaksanakan melalui APBD pada tahun 2012 sebanyak 28 unit, 2013 (29) 2014 (14), 2015 (12), 2016 (11), 2017 (6), dan 2018 (44).

Rupanya data yang disebutkan, Ridwan sedikit berbeda saat dikonfirmasi yang lalu. Yakni, pengadaan kontainer sampah dilaksanakan melalui APBD pada tahun 2012, 2014, 2015, 2016, 2018, dan 2019.

“Tahun 2019 engga ada pengadaan. Saya belum tahu yang rusak berapa dan yang masih layak berapa. Saya masih mengurus aset kendaraan. Saya kan baru efektif bekerja Februari 2020 ini. Ditambah pula ada pandemi Covid-19. Jadi saya belum melakukan pengecekan inventaris aset kontainer,” jelasnya kepada Radar Lampung via telepon, Kamis (23/7).

Meski telah dianggarkan Rp990 juta untuk 30 unit Kontainer Sampah. Namun, tampaknya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung masih belum memiliki gambaran di titik lokasi mana saja kontainer itu akan ditempatkan.

Pasalnya, per tanggal 13 Juli 2020, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Bandarlampung Ismet Saleh mengungkapkan kepada Radar Lampung, baru ada 17 permintaan atau rencana titik lokasi penempatan pengadaan kontainer. Padahal, pemenang tender pengadaan barang dengan pagu Rp990 juta tahun ini telah ditetapkan.

Persoalan lainnya pula, panitia pengadaan barang/jasa diduga tidak melaksanakan evaluasi tender dengan serius. Sampai saat ini, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Kota Bandarlampung, Soni Rahadhiyan belum memberikan dapat dikonfirmasi lebih lanjut terkait pengadan tahun 2020.

Radar Lampung sebelumnya telah mencoba menemui Soni di kantornya. Namun, yang bersangkutan, belum masuk kerja. Hal ini diungkapkan staf LPBJ Kota Bandarlampung Doddy. “Ya memang dia sudah sembuh, tapi hari ini dia tidak masuk kerja. Nanti saya sampaikan ke beliau,” janjinya kepada Radar Lampung saat menerima didepan ruang kerja Soni.

Sayangnya, usaha konfirmasi wartawan Radar Lampung, melaui sambungan telepon dan WhatsApp tak mendapat respon hingga hari ini, Rabu (5/8) malam. Terlebih, Soni diketahui justru memblokir nomor WhatsApp wartawan, sejak 25 Juli 2020 usai menolak dikonfirmasi lebih lanjut. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi