oleh

Demi Hasil Panen Lebih Baik, Petani di Lamteng Rela Beli Pupuk Nonsubsidi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Demi hasil panen padi yang baik, sejumlah kelompok tani (poktan) di Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah, tidak hanya mengandalkan pupuk bersubsidi. Para poktan juga rela membeli pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus.

Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Makmur Kampung Kotagajah Timur Budi Herianto mengatakan, poktannya mulai mengampanyekan pemupukan berimbang kepada anggota.

“Kita mulai kampanyekan pemupukan berimbang untuk mencapai ketersediaan hara esensial yang seimbang dan optimal ke dalam tanah. Ini agar produktivitas tanaman dan mutu hasil pertanian dapat lebih meningkat,” katanya.

Karena itu, kata Budi, dalam upaya meningkatkan hasil pertanian sejumlah poktan juga tak mengandalkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Sejumlah poktan tidak hanya mengandalkan pupuk bersubsidi. Tapi juga menggunakan pupuk nonsubsidi jenis NPK Phonska Plus,” ujarnya.

Meskipun pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus lebih mahal atau Rp7.600 per kilogram, Budi menyatakan tidak jadi persoalan karena hasil produksinya jauh lebih baik.

“Sejumlah poktan juga puas karena produksinya maksimal meski pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus jauh lebih mahal. Paling penting itu ketersediaan pupuk ada,” ungkapnya.

Budi menyatakan pada musim tanam pertama lalu sudah diujicobakan di lahan demplot. Hasil produksinya meningkat antara 10-15 persen dibanding memakai pupuk bersubsidi. Bulir gabah maksimal dan produksi bertambah.

Selama ini untuk mendukung proses produksi tanaman padi, kata Budi, petani lebih banyak menggunakan pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36, dan Phonska.

Ya, saat ini diakuinya pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus banyak menjadi pilihan anggota poktan. Penggunaan pupuk NPK Phonska Plus ternyata memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Penambahan unsur hara mikro zink (Zn) yang tertera pada kemasan NPK Phonska Plus yang membedakan pupuk nonsubsidi ini dengan pupuk Phonska bersubsidi.

“NPK Phonska Plus menjadi pilihan petani karena sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan buah atau biji. Juga memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama penyakit,” ungkapnya. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi