oleh

Ambulans Hantam Pembatas Jalan, Sadar Sudah di IGD

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mobil ambulans milik Rumah Sakit Medika Insani Bukit Kemuning, menghantam pembatas jalan Fly Over MBK. Akibatnya, kendaraan hancur dan satu orang harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Sabtu (8/8).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01:00 WIB. Dimana mobil yang berisikan lima orang yakni, supir Deni Setiawan (33) warga Dwi Kora, Lampung Utara mengangkut perawat Endi Ekarwan (26) warga Sumber Jaya, Lampung Barat, pasien Kustantin (56) dan dua keluarganya Novita (17) serta Zainudin (21) warga Bukit Kemuning melaju dengan kecepatan tinggi.

Menurut Hendra, kakak dari Endi yang rumahnya di Jalan Sultan Agung mengaku mendapatkan kabar kecelakaan yang melibatkan sang adik.

“Saat itu saya lagi di rumah. Keluarga saya di Lampung Barat menghubungi saya kalau adik saya kecelakaan. Makanya saya langsung kesini,” ungkap Hendra, saat ditemui diruang Kutilang RSUDAM, Sabtu (8/8).

Hendra mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan itu. Namun, dirinya mendengar kecelakaan itu terjadi karena sopir mengalami kelelahan yang menyebabkan sang sopir tidak bisa mengatur laju kendaraan.

“Saya dengar sopirnya ngantuk mbak, terus setirnya langsung ngebuang ke kiri jalan,” ujarnya.

Mobil ambulance mengalami kecelakaan lalu lintas

Sementara, Endi menjelaskan, dirinya datang dari Bukit Kemuning untuk merujuk pasien Kustanti yang mengidap penyakit jantung, menuju RSUDAM sejak pukul 23:00 WIB. “Pas dijalan itu, saya tiba-tiba nggak sadar. Sadar-sadarnya pas sudah di IGD,” katanya.

Dari lima orang didalam kendaraan, hanya Endi yang mengalami luka berat, hingga dirinya bersiap untuk menjalani operasi penyatuan tulang paha sebelah kiri yang patah. “Supir cuma lebam-lebam saja, saya yang paling parah. Ini mau dioperasi tapi gak tau kapan nunggu hasil lab keluar dulu,” terang Endi yang memainkan ponselnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, AKP Rafli Yusuf Nugraha melalui Wakasat Lantas AKP M Rohmawan membenarkan kecelakaan itu diakibatkan oleh sang sopir yang mengalami kelelahan.

“Mobil dari Bukit Kemuning mengantar pasien jalan menuju ke RSUDAM, Diduga karena sopir lalai dan mengantuk sehingga menghantam pembatas jalan ZA Pagar Alam atau Fly Over MBK, Korban luka patah tulang dan sopir hanya memar dikening,” katanya.

Pantauan Radarlampung.co.id, kaki kiri Endi harus diberikan penyangga papan sambil menunggu hasil lab di ruangan Kutilang RSUDAM. (mel/yud)

Komentar

Rekomendasi