oleh

Demi Kuota Sekolah Daring, Siswa SMP Ini Berkeliling Kampung Jajakan Pempek

RADARLAMPUNG.CO.ID – Semangat Jonathan (13) begitu menggebu. Bocah asal Kampung Gedong, Kelurahan Talang, Telukbetung Selatan (TbS), Bandarlampung ini memang patut diapresiasi.

Ya, demi membeli kuota internet untuknya bersekolah via daring, Jo rela berkeliling berjualan pempek. Prinsipnya, ia tak mau belajar daringnya terputus.

Ditemui di kediamannya, siswa kelas VII SMPN 42 Bandarlampung ini memang bukan berasal dari keluarga berada. Dia harus membantu keluarganya mencukupi kebutuhannya bersekolah.

Saat berkunjung ke kediaman Jo, wartawan media ini disambut tangis bayi. Sempat menduga itu adik dari Jo, namun ternyata bukan. Bayi tersebut adalah titipan tetangganya yang sedang bekerja.

“Bukan, asuhannya ibu. Anaknya tetangga sini,” katanya, Minggu (9/8).

Rupanya sang ibu bekerja sebagai pengasuh. Tak hanya itu, ibunya juga rela menjadi buruh cuci. Sedangkan sang ayah harus berdiam diri di rumah menjadi pengangguran setelah toko yang mempekerjakannya bangkrut –terkenda dampak covid-19.

Sebelum berjualan pada siang hari, Jo yang kala itu duduk di teras rumah begitu tekun mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolahnya.

Satu persatu soal datang dari pesan WhatsApp di ponsel kecil milik ayahnya, lalu dia kerjakan dari grup pembelajaran jarak jauh itu. Belum lama dirinya mengerjakan, soal-soal tersebut sudah tidak ada lagi.

“Wah, ternyata kuoatanya (internet, red) habis. Kirain tadi sudah selesai soalnya, pantes gak ada soal-soal lagi yang masuk. Perasaan  lmasih sisa banyak. Kemarin baru saya isi,” ucapnya sedikit sakit.

Sesegera mungkin dia masuk ke dalam rumah, meletakan semua tugasnya berganti baju lalu mengenakan topi. Ya, dia harus bergegas berjualan pempek mililk warga sekitar.

“Mau jualan pempek dulu, buat beli kuota,” sautnya.

Penghasilan sang ibu yang perbulan hanya Rp300 ribu tidak dapat memenuhi semua kebutuhan. Maka dengan besar hati Jo memutuskan berjualan pempek.  Dia menawarkannya dengan harga seribu hingga Rp2 ribu per bijinya.

“Ikhlas, kan buat belajar sendiri, biasanya sekali ambil 200 biji. Kalau laku semua dapat Rp40 ribu, bisa buat beli kuota internet sama sisanya ditabung, saya juga pengen beli HP sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian, harapan terbesar Jo yakni bisa kembali belajar di sekolnya, mengingat sudah hampir empat bulan dirinya belajar jarak jauh.

“Gimana-mana lebih enakan belajar di sekolah, kalau kayak gini susah, ngabisin uang juga buat beli kuota,” tandasnya.(mel/sur)

Komentar

Rekomendasi