oleh

Ngoprek Bareng Komunitas CRF150 Club Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – PT Tunas Honda mengadakan kegiatan talkshow virtual bersama para rider Honda CRF150L Lampung. Kegiatan yang bersamaan dengan dilangsungkannya coatching klinik berkendara off road bersama Tim Safety Riding Honda ini digelar Sabtu (8/8).

Dalam kegiatan itu juga dipaparkan beberapa poin yang ternyata masih sering keliru diterapkan para pengendara bermotor. Yakni mengenai teknik berkendara antara medan off road dan on road (jalan raya). Nah, salah satu yang bertanggung jawab meluruskan hal ini yakni para pakar safety riding.

Dalam kesempatan tersebut, Instruktur Safety Riding Promotion (SRP) PT Tunas Hondaㅡmain dealer sepeda motor Honda Lampung Tri Munardi mengatakan, ada beberapa point yang harus diperhatikan ketika berkendara di medan off road.

“Pertama, berkendara di medan apapun sangat dibutuhkan ketenangan dan sebaiknya mencari dahulu dengan menggali informasi mengenai medan yang akan dilewati,” katanya.

Kedua, sambung dia, perhatikan untuk tidak berkendara sambil menginjak rem. Ketiga, Gunakan gigi 1 untuk tanjakan untuk mendapatkan torsi lebih, setelah itu rasakan momentum yang cukup dan hindari setangah kopling. Dengan begitu, kelimpahan torsi pada motor 4 tak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Keempat, perhatikan posisi duduk, di medan off road posisi duduk menentukan keselamatan berkendara. Misalnya pada jalan menanjak yang curam usahakan untuk berdiri dan badan menumpu ke depan, begitu juga sebaliknya.

Kelima, buka lebar siku agar handling lebih leluasa. Keenam, ikuti kontur jalan dan jangan dilawan. Serta ketujuh, usahakan ban depan untuk berada di jalaur yan benar untuk memudahkan menjaga keseimbangan.

Selnjutnya, apabila motor terjatuh sebaiknya langsung matikan kontak mesin selain untuk keamanan cara ini berguna untuk merestart bank angle sensor yang dimiliki Honda CRF. “Dan yang terakhir yakni selamatkan badan terlebih dahulu,” tambahnya.

Misalnya, sambung dia, jika terjatuh sebaiknya pengendara melepaskan motor dan jangan ditahan, hal ini berfungsi untuk mencegah resiko luka lebih serius dan menghindari bikers tertimpah motor.

Tidak banyak berbeda dengan apa yang disampaikan instruktur safety riding, para rider CRF150 Lampung juga membenarkan ketentuan dalam menaklukkan kuda besi khusus medan terjal ini.

Sekertaris CRF150 Owner Lampung Anfauzi mengatakan, dengan skill dan pengalaman yang mumpuni tentunya berkendara dengan menggunakan motor trail sangat mengasyikan seperti yang disampaikan oleh para rider CRF150 Lampung.

“Awalnya saya coba-coba dan mulai ikut-ikutan mengendarai motor trail, dan akhirnya saya menikmati hingga jadi ketagihan, saat itu saya langsung putuskan ikut komunitas,” tandasnya.

Saat ini komunitas CRF150 Owner Lampung memiliki sekitar 70 orang anggota aktif. Komunitas ini juga tidak menutup diri untuk pengendara lain yang ingin bergabung. Cukup dengan cara memngikuti Instagram @crf_lampung dan menghubungi mereka melalui direct massage (DM).

CRF150 Owner Lampung juga memberikan pelayanan sewa Trail Lampung untuk pengendara yang ingin menikmati jalur adventur menggunakan Honda CRF150, dengan harga sangat terjangkau. Adapun slogan yang dijunjung CRF150 Owner Lampung yaitu “Sopam Di Jalan, Liar Di Jalur.” (ega/sur)

Komentar

Rekomendasi