oleh

Realisasi Coklit di Lamtim Terendah

RADARLAMPUNG.CO.ID – KPU Lampung menyatakan proses pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap daftar pemilih di delapan kabupaten/kota pelaksana pilkada serentak sudah mencapai 85,79 persen.

Komisioner KPU Lampung Divisi Datin Agus Riyanto mengatakan, berdasarkan data hingga 6 Agustus 2020, yang paling kecil realisasinya adalah Lampug Timur, yakni 75,54 persen dari jumlah daftar pemilih dalam A. KWK 814.723 pemilih. Sementara, realisasi tertinggi di Pesisir Barat yakni 94.35 persen dari 108.484 pemilih.

“Kalau total yang dicoklit ada4.266.698 pemilih. Dilakukan oleh 10/675 Petugas PDP, hingga 13 Agustus 2020,” ucapnya, Minggu (9/8).

Dia menekankan, lantaran waktunya tinggal beberapa hari lagi, delapan KPU pelaksana pilkada serentak bisa melakukan percepatan untuk merampungkan tahapan ini.
Tidak hanya mempercpat, tapi juga menekankan kepada seluruh PPDP agar cermat dalam melakukan tahapan penting ini.

“Kita berharap semua pihak dan stake holder bisa membantu dalam prosesnya. Kemudian, yang belum tercoklit juga jangan sampai diam saja. Hubungi PPDP, PPK, PPS, bila perlu ke KPU nya. Atau misal, menemukan kendala terpisah atau TPS yang tidak sesuai dengan domisili. Laporkan saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung merilis temuan akumulatif terhadap tahapan pencocokan dan penelitian (cokit) di 8 (delapan) kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020.

Dari data per 6 Agustus 2020, Bawaslu menemukan 148.887 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) namun masuk daftar pemilih. Sementara, untuk memenuhi syarat (MS) sebanyak 103.287 pemilih.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar mengatakan, memang tahapan coklit baru akan berakhir tanggal 13 Agustus 2020 mendatang. Namun, masih banyak persoalan-persoalan data pemilih yang harus diselaraskan dan dibenahi oleh jajaran KPU Provinsi Lampung, khususnya KPU kabupaten/kota selaku penyelenggara Pilkada 2020.

Dari data tersebut, data TMS terbanyak ada di Bandalampung yakni sebanyak 46.895 pemilih. Diikuti, Kabupaten Lamsel (39.480), dan Kabupaten Waykanan (34.934). (selengkapnya lihat grafis).

Sementara, pemilih yang MS namun tidak masuk daftar pemilih, jumlah terbanya ada di Lampung Selatan yakni sebanyak 34.104 pemilih. Diikuti Waykanan (24.444), dan Lamteng (20.503).

Ido -sapaanya- mengatakan, jumlah pemilih TMS masuk daftar pemilih lantaran ada pemilih yang sudah meninggal dunia, anggota TNI/Polri, pemilih pindah domisili namun tidak diketahui alamatnya, pemilih belum 17 tahun, pemilih hilang akal.

“Sementara pemilih MS namun tidak masuk daftar pemilih antara lain sudah menikah dan belum memiliki KTP,” ucapnya.

Selain itu, sambung dia, hasil pengawasan tahapan Coklit oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota juga mendapati total jumlah pemilih yang sudah dicoklit sebanyak 2.539.962 pemilih. Sementara yang belum di coklit sebanyak 1.770.988 pemilih. Artinya, capaian keseluruhan berkisar 58,92 persen dibandingkan data perkiraan A-KWK total sebanyak 4.310.950 pemilih.

“Juga ditemukan sedikitnya 8.076 orang yang sudah cukup umur namun belum memiliki e-KTP,” jelasnya.

Kemudian, terdapat sedikitnya 83.665 pemilih yang lokasi tempat pemungutan suaranya (TPS) nya jauh dari tempat tinggalnya. “Prinsipnya pemilih menyalurkan hak pilihnya dekat TPS dimana yang bersangkutan berdomisili,” kata dia.

Realisasi Pelaksanaan Coklit di Lampung hingga 6 Agustus 2020

1. Bandarlampung 93.99 persen dari 745.355 pemilih
2. Kota Metro 85.54 persen dari 124.606 pemilih
3. Waykanan 92.26 persen dari 339.525 pemilih
4. Pesisir Barat 94.35 persen dari 108.484 pemilih
5. Pesawaran 91,36 persen dari 335.184 pemilih
6. Lampung Selatan 88.06 persen dari 744.681 pemilih
7. Lampung Timur 75,54 persen dari 814.723 pemilih
8. Lampung Tengah 81.60 persen dari 1.054.140 pemilih
Sumber : KPU Lampung

(abd/sur)

Komentar

Rekomendasi