oleh

Zona Kuning Diperbolehkan Sekolah Tatap Muka, Begini Tanggapan Disdikbud hingga Kepala Sekolah di Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah mengumumkan secara resmi, bahwa satuan pendidikan yang berada di zona kuning juga diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus Corona (covid-19).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Sulpakar mengaku pihaknya akan melakukan rapat lebih dahulu mendiskusikan hal tersebut.

“Selasa nanti akan kita rapatkan bersama kepala Dinas Pendidikan kabupaten kota,” jawabnya melalui pesan singkat, Minggu (9/8).

Terpisah, Kepala SMAN 2 Bandarlampung Hendra Putra mengaku, jika nanti diperbolehkan untuk tatap muka di sekolah, dari segi sarana dan prasarana, SMAN 2 sudah siap. Seperti tempat cuci tangan yang sudah disediakan di depan setiap kelas, hand sanitizer juga sudah disediakan.

“Tapi kita juga belum bisa mengambil langkah yang pasti untuk teknis tatap mukanya. Jangan kuning, yang hijau pun tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Apakah kita akan buat double shift, apakah kebijakannya nanti dibuat secara bergantian, kita belum tahu arahannya seperti apa, kita tunggu hasil pertemuan dengan Pak Kadis dulu,” jelasnya.

Persiapan sekolah untuk menyambut pembelajaran tatap muka juga sudah dipersiapkan SMPN 23 Bandarlampung. Kepala SMPN 23 Irwan Qalbi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tempat cuci tangan di masing-masing kelas, hand sanitizer, pengukur suhu, tissu dan lainnya. Termasuk juga telah menyusun bangku di dalam kelas menjadi lebih renggang, sekitar hanya ada 16 bangku.

“Jika pak wali dan orang tua sudah mengizinkan untuk tatap muka. Insyaallah sekolah sudah siap. Jika nanti, ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, kita juga harus menyiapkan pembelajaran secara daring juga. Jadi ada dua, online dan offline. Tapi kita tetap menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan juga Walikota. Surat edaran terakhir kan awal September mulai untuk tatap muka, tapi kita tetap menunggu,” jelasnya.

Hal sama juga diungkapkan Kepala SMP N 1 Bandarlampung Tri Priyono, ia menuturkan sekolah sudah mempersiapkan segala sarana dan prasarana jika nanti diizinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Mulai dari tempat cuci tangan dengan air mengalir, sabun, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, dan tissu. Pihaknya juga bahkan sudah membuat video simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat, dan telah dikirimkan kepada seluruh wali murid.

“Jadi video itu menggambarkan situasi jika tatap muka di kelas. Kita terapkan protokol kesehatan di sekolah. Tapi kita tetap menunggu keputusan dari pemerintah kota untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelum nanti dilaksanakan tatap muka, pihaknya akan mengundang orang tua, karena terakhir persetujuan untuk tatap muka di sekolah ialah orang tua.

“Jika nanti ada beberapa orang tua yang keberatan untuk mengizinkan anaknya untuk tatap muka di kelas, ya tidak apa-apa. Nanti kita tetap memberikan pelayanan secara daring,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi