oleh

Anggota DPRD Lampung Kunjungi Pekon Terdampak Bencana di Tanggamus

RADARLAMPUNG.CO.ID – Banjir dan tanah longsor di Kecamatan Semaka, Tanggamus, Selasa (4/8) lalu menjadi perhatian anggota Komisi IV DPRD Lampung Mukhlis Basri. Ia langsung meninjau pekon terdampak bencana.

Mukhlis mengatakan, dalam waktu dekat pihak berwenang akan diundang untuk mencari solusi sehingga banjir dan longsor di Semaka bisa dihindari.

“Kita akan mengundang Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIX Lampung, Dinas Pengairan Lampung dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS),” kata Mukhlis yang meninjau pekon terdampak bencana usai sosialisasi Perda Nomor 1/2016 tentang Pedoman Rembuk Desa dan Kelurahan Dalam Pencegahan Konflik di Provinsi Lampung.

Menurut Mukhlis, semua pihak harus duduk satu meja untuk mencari solusi dari bencana yang terus berulang tersebut.

“Sebelum dengan instansi terkait, saya lebih dahulu rapat internal dengan Komisi IV DPRD Lampung,” sebut mantan Sekretaris Kabupaten Tanggamus ini.

Dilanjutkan, berdasar pengamatan pada lokasi terdampak banjir, ada sejumlah titik tempat mengalirnya air (anak sungai) yang mengalami sedimentasi. Kemudian ada jalur baru yang terbentuk sebagai jalan mengalirnya air dari bukit.

“Ada sekitar enam titik tempat mengalirnya air. Banjir terjadi karena air tersebut tidak tertampung lagi di drainase sehingga luber ke jalan,” ujarnya.

Air juga membawa material tanah dari atas bukit. “Artinya, kondisi hutan gundul, sehingga tidak bisa menyerap air. Ini harus dicari solusi. Misal jalur air yang lama dinormalisasi dan jalur baru dibuat drainase serta gorong-gorong, sehingga ada pembuangan air dari gunung,” tegas Mukhlis.

Selain jangka pendek, dibutuhkan solusi jangka panjang. Yakni dengan melakukan penanaman pohon di kawasan hutan.

“Kawasan hutan harus dijaga. Tanam pohon. Begitu sudah banyak, kayu di hutan jangan ditebang. Dengan begitu, daya serapan air bagus, sehingga tidak terjadi longsor dan banjir,” pungkasnya. (ehl/ral/ais)

Komentar

Rekomendasi