oleh

Izin Sosialisasi, RT Ini Sebut Lurah Bilang: Main Cantik Saja

RADARLAMPUNG.CO.ID – Diduga terlibat politik praktis, Ketua RT 09 Lk 1, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat (TkP) Eko Jaya Saputra diberhentikan oleh Lurah Durian Payung Rosminah.

Itu tertuang dari surat yang bayak beredar dengan Nomor: 148.36.VI 29.2020, perihal Pemberitahuan yang dikeluarkan pada 6 Agustus 2020, ditujukan kepada Eko Jaya Saputra selaku Ketua RT.

Surat tersebut menyebutkan bahwa lurah menilai Eko selaku Ketua RT 09, Lk.1, Kelurahan Durian Payung telah berpolitik dan memilih salah satu calon Wali Kota Bandarlampung.

Yang seharusnya, sebut surat itu, RT selaku pamong harus mengayomi warga dan tidak berpihak peda siapapun. Surat itu berlaku sejak dikeluarkannya surat tersebut.

Surat tersebut ditembuskan ke Wali Kota Bandarlampung, Camat Tanjungkarang Pusat, Kaling 1, serta arsip.

Saat coba dikonfirmasi mengenai kebenaran surat tersebut, Lurah Duriyan Payung Rosminah tidak berada di kantor. Begitu pula dengan nomor ponselnya, meski dalam keadaan aktif namun yang bersangkutan tidak mengangkat telpon. Pun tidak membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan padanya.

Namun, Suranto selaku staff Kelurahan Duriyan Payung membenarkan prihal surat tersebut. Menurutnya selaku pamong seharusnya RT menjadi panutan, karena RT merupakan pemimpin terbawah, dan tidak boleh memihak kemanapun.

“Yang mana dia (Eko, red) saat sosialisasi salah satu Bacalon ketempatan sosialisasi di situ (Rumahnya, red). Padahal dia adalah Pamong,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id saat ditemui di Kantor Kelurahan Duriyan Payung, Senin (10/8).

Harusnya, kata dia, jika hendak melakukan sosialisasi lebih dahulu meminta izin ke lelurahan. “Ini malah RT-nya langsung yang terjun. Siapa saja boleh sosialisasi, tapi jangan menyimpang dari aturan,” ucapnya.

Dengan keputusan berat menurutnya Lurah akhirnya memberhentikan RT tersebut setelah melakukan kordinasi termasuk dengan Kaling. “Karena memang dia mengaku itu pamannya, kalau dibiarin kan lurah juga kena,” ungkapnya.

Pertimbangan lain, RT tersebut diberhentikan lantaran menurutnya telah habis masa jabatannya dan juga Surat Perintah Tugas (SPT) pada Juli lalu.

Sementara saat dimintai keterangan, Camat TkP Maryama mengarahkan untuk langsung konfirmasi ke kelurahan. Namun, dari laporan yang diterimanya ada beberapa faktor diberhentikannya Ketua Rt 09, Lk 1, Kelurahan Durian Payung.

“RT tersebut memang tidak pro aktif kepada masyarakat, seperti saat kumpul-kumpul gak pernah kumpul, kemudian bersih-bersih gak ikut bersih-bersih. Kemudian memang habis masa jabatannya pada Oktober ini. Lalu, kalau jaga malam gak ada, jarang kumpul dengan RT lain,” ungkapnya.

Terkait isi surat yang menyinggung RT tersebut berpolitik, dirinya meminta untuk konfitmasi Lurah. “Dari laporan dan saksi-saksi memang RT itu telah menyatakan sikap mendukung salah satu calon dan sudah terekspos,” tuturnya.

Terpisah, Eko menerangkan kejadian pemberhentian dirinya bermula saat dirinya diminta Tulus Purnomo yang telah dianggapnya keluarga untuk membantu sosialisasinya di Kampungnya tinggal.

“Jelas saya tidak bisa menolak, cuma saya sebagai RT tentu minta izin ke Bu Lurah selaku atasan, saya sampaikan apa adanya. Beliau (Lurah, red) pada perinsipnya sudah ok dengan bilang: ‘Itu Pak Eko main cantik aja lah. Silahkan sosialisasi asal jangan ada stiker dan atribut‘,” capnya.

Sosialisasi dilaksanakan di kediaman ibunya. “Tempatnya di samping rumah saya. Tiba-tiba tiga hari dari pelaksanaan sosialisasi, keluar suat pemberhentian saya,” ungkapnya.

Dirinya pun menyayangkan sikap lurah yang tidak komitmen dengan ucapan awal. Dia mengaku tidak menuntut apapun dari pemberhentian dirinya sebagai RT. “Dari awal sudah saya sampaikan apapun keputusannya saya terima. Tapi yang saya sayangkan cuma ketidakkomitmennya bu lurah, silahkan konfirmasi ke beliau,” tuturnya.

Kemudian ditanya mengenai masa jabatannya yang habis, Eko mengaku tidak benar. Menurutnya masa jabatan dirinya sebagai RT akan berakhir pada Oktober mendatang, dan akan menggelar pemilihan RT pada Sabtu (8/8) lalu.

“Begitu juga kalau saya dibilang kurang aktif. Itu sudah mengada-ngada. Silahkan konfirmasi ke masyarakat saya. Saya selalu mendukung program pemerintah juga RT yang menolak amplop dari masyarakat,” ucapnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi