oleh

Praktik SMK Bisa untuk Semua Zona, SMK di Lampung Mulai Bersiap

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi diperbolehkan melakukan pembelajaran praktik di lingkungan sekolah.

Hal itu berlaku baik SMK dan Perguruan Tinggi di zona hijau, kuning, oranye, bahkan zona merah dengan risiko penyebaran corona virus disease 2019  atau Covid-19 tinggi.

Jika nanti diizinkan untuk melaksanakan praktik, pihak sekolah sudah mulai mempersiapkannya. Pihak SMK pun tinggal menunggu instruksi dari pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Seperti di SMK Negeri 4 Bandarlampung sudah mempersiapkan tempat praktiknya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum itu dilakukan, siswa harus mendapatkan izin dari orang tua untuk melaksanakan praktik tatap muka.

“Meskipun diizinkan, tetapi tetap kembali lagi ke Pemda, sekolah dan orang tua. Praktik di sekolah dapat digelar jika memang sudah mendapat persetujuan dari wali murid dan pemerintah daerah,” ujar Kepala SMKN 4 Bandarlampung Helmiyati, Senin (10/8).

Sementara, Waka Kurikulum Ernita Wati menjelaskan, jika nanti sudah diperbolehkan, pihaknya akan membuat jadwal praktik 11 kompetensi dengan dua shift. Agar menghindari kerumunan siswa di sekolah. Ia menuturkan, direncanakan shift akan dibagi 2, shift pertama yang dilaksanakan pada minggu pertama dan ketiga, lalu shift kedua yang dilakukan pada minggu kedua dan keempat.

Ditambahkan, pembagian shift praktik, nantinya berdasarkan nomor urut absensi siswa.

“Sehingga dalam 3,5 jam pembelajaran satu hari, satu mata pelajaran materi diselesaikan. Sedangkan untuk materi yang lain muatan kewilayahan ataupun muatan nasional untuk semester ganjil belajar dari rumah,” jelasnya.

Setelah dilaksanakan praktik, lanjutnya, pihak sekolah akan melakukan pembersihan terhadap seluruh alat-alat praktik yang digunakan siswa.

“Tentu. Kita akan sterilkan alat-alat praktik, mulai dari sekarang juga sudah mulai kita sterilkan. Kita juga ada tim pengawas untuk memonitor penerapan protokol kesehatan. Dari kepala jurusan, wali kelas dan semuanya akan terlibat untuk memonitoring,” ucapnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi