oleh

Guru Siap Terima Konsultasi di Luar Jam Belajar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembelajaran jarak jauh yang telah dilakukan beberapa bulan ini, tak selalu berjalan mulus. Banyak kendala, selain kuota, jaringan, maupun alat pembelajarannya, juga kemungkinan materi yang disampaikan tidak maksimal.

Kepala SMPN 1 Bandarlampung Tri Priyono mengatakan, untuk pembelajaran jarak jauh, pihaknya melakukan evaluasi kepada guru-guru dalam satu pekan sekali. Hal tersebut untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan saat proses pembelajaran jarak jauh.

“Kita laksanakan evaluasi kepada guru-guru karena yang memberikan pembelajaran kan guru. Seminggu sekali kita lakukan evaluasi. Temuan-temuan dari evaluasi tersebut, kita tindaklanjuti di tingkat manajemen sekolah, dan setelahnya dibuat kebijakan-kebijakan sekolah baru terkait hal itu,” ujarnya, Rabu (12/8).

Kemudian, pihaknya juga membangun komunikasi dari berbagai lini, termasuk dengan orang tua. Seperti, ditemukan adanya siswa yang tidak memiliki android atau gadget untuk belajar daring, pihaknya akan melaksanakan pembelajaran secara luring.

“Kita undang orang tua setiap Senin untuk mengambil bahan ajar dan tugas yang diberikan untuk dikerjakan siswa di rumah masing-masing. Jadi, setiap Senin orang tua datang mengambil tugas, dan mengantarkan tugas yang sebelumnya. Dan hanya orang tua yang datang,” jelasnya.

Di awal tahun ajaran baru kemarin, pihaknya juga sudah memberikan buku paket pembelajaran kepada siswa, tata tertib, dan jadwal kegiatan pembelajaran.

“Satu siswa mendapatkan 11 buku paket pembelajaran sebagai bahan belajar. Kita juga memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi bagaimana menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa,” ucapnya.

Sementara, A.B. Harianto selaku Waka Kurikulum SMPN 1 menambahkan, pembelajaran daring dilakukan hingga pukul 12 siang. Namun, guru mata pelajaran bisa memberikan pelayanan konsultasi pembelajaran jarak jauh bagi siswa yang memerlukan di luar jam belajar.

Selain itu, lanjutnya, pihak sekolah menyediakan 7 ruangan khusus untuk pembelajaran daring bagi guru mata pelajaran dengan akses internet tak terbatas.

“Jadi guru mengajar daring di ruangan yang disediakan. Dan salah satu unggulan dari SMPN 1, sekolah meminjamkan tab kepada seluruh guru untuk mempermudah mengajar,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 33 Bandarlampung M.Yusri mengatakan, pihaknya juga memberikan kelonggaran jam belajar bagi siswa yang memiliki kendala.

“Misalkan, dalam satu rumah hanya ada satu handphone, tapi ada tiga anak yang harus daring di waktu bersamaan. Nah, siswa tersebut bisa komunikasikan dengan wali kelasnya, misalkan bisa belajarnya sore atau siang,” katanya.

Ia juga sering menerima keluhan dari siswa, terutama untuk pelajaran eksak yang memang memerlukan pendalaman materi lebih.

“Seperti matematika. Ada rumus-rumusnya. Mungkin siswa kurang memahaminya, jadi bisa menghubungi gurunya untuk menanyakan lebih dalam. Kita tidak melarang siswa untuk menghubungi gurunya jika memang mengalami kesulitan itu. Tapi tetap by phone ya,”ungkapnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi