oleh

Rekanan Lamteng Protes Dipicu Tender Ulang ULP

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah rekanan melayangkan protes ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lampung Tengah, Rabu (12/8). Hal ini terkait adanya tender ulang yang akan diselenggarakan ULP atas beberapa proyek di Lamteng. Bahkan sejumlah rekanan menduga adanya keterlibatan oknum anggota polri dan kejaksaan yang ikut bermain dalam proses tender.

Afrizal, salah satu kontraktor di Lamteng, mengatakan ada beberapa pekerjaan yang semula sudah diumumkan pemenangnya rekanan di Lamteng, tiba-tiba digagalkan melalui mekanisme evaluasi ulang oleh Pokja ULP. “Bahkan diduga pada proses tender ulang, rekanan yang semula menang tender hampir dapat dipastikan bakal kalah,” katanya.

Menurut Afrizal, tender ulang ini hanya rekayasa. Dirinya mendapat kabar bahwa oknum aparat penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan ikut bermain.

“Ini jelas ada permainan untuk menggagalkan pemenang tender. Mengulang proses lelang yang sudah sesuai mekanisme dan memenangkan oknum aparat penegak hukum,” ujarnya.

Afrizal melanjutkan, pihaknya mendapat kabar adanya oknum kepolisian dan kejaksaan yang mengirim utusan untuk menemui Kabag dan Pokja ULP untuk meminta tender diulang.

“Kalau kabar itu benar, ini menunjukkan ada upaya penggiringan dan intimidasi dari pihak lain untuk tujuan tertentu. Menggagalkan proses yang sudah berjalan sesuai mekanisme itu demi memenangkan oknum yang dimaksud,” ungkapnya.

Afrizal juga mempertanyakan kinerja Pokja ULP. Menurutnya, jika tahapan yang dilakukan pada lelang yang lalu sudah benar seharusnya tak perlu takut.

“Sebaliknya, jika tidak benar ada keterlibatan oknum aparat hukum, maka ada orang yang mencatut, membawa-bawa nama anggota polisi dan kejaksaan. Jangan-jangan semua ini yang membuat proses lelang di Lamteng gaduh dan terhambat,” tegasnya.

Sedangkan Kepala ULP Lamteng Iswantoro belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya tidak dapat dihubungi.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, beberapa pekerjaan yang ditender ulang adalah peningkatan ruas jalan raya Gayabaru V-Rajawali (pagu Rp1,7 miliar), peningkatan ruas jalan Telukdalam Ilir-Sukobinangun (Rp1,4 miliar), dan beberapa proyek yang lain. (rnn/sya/sur)

Komentar

Rekomendasi