oleh

Semangat Emak-emak Sambut HUT RI ke-75

HUT RI ke-75 sebentar lagi. Banyak perlombaan digelar. Termasuk lomba tradisional. Namun sayang, kali ini perayaannya ditengah pandemi Covid-19. Meski begitu, antusias warga pun tak terbendung.

Laporan: M. Tegar Mujahid/RADARLAMPUNG.CO.ID

Ada keseruan tersendiri ketika berkunjung ke Gang Cendana. Tepatnya di RT 8, LK I, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Telukbetung, Bandarlampung.

Terlihat banyak emak-emak. Berpakaian merah-merah –tentunya bukan memakai kaos partai. Asyik mengikuti lomba Gobak Sodor –di lapangan setempat. Dengan mematuhi protokol kesehatan: memakai masker.

Seru dan histeris tentunya. Tak hanya lihai urusan dapur. Gerombolan emak-emak ini pun lincah memainkan permainan tradisional. Yang dikenal di masyarakat Jawa, khususnya daerah Yogyakarta.

Tak terlalu lincah memainkan Gobak Sodor. Sesekali sejumlah emak-emak itu pun terjatuh. Dan jadi bahan tertawaan anak-anak juga orang dewasa ketika menonton pertunjukan ini.

Perlombaan ini pun kerap dilaksanakan oleh warga. Tentunya untuk menyambut HUT RI ke-75. Dan mengenalkannya ke anak-anak. Yang kini tak banyak mengetahui permainan tradisional.

“Permainan ini berkaitan erat dengan budaya kebangsaan. Oleh itu dipilih untuk memeriahkan HUT RI,” kata Sunarto, ketua panitia setempat.

Antuasias : Sejumlah warga antuasias mengikuti perlombaan 17 agustusan di lapangan Bumi Waras, Teluk betung Selatan, Bandarlampung, Selasa (11/8). Meski ditengah pandemi COVID-19 sejumlah warga tetap melaksanakan perlombaan tradisional dalam rangka menyambut HUT RI ke 75, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

“Agar juga supaya masyarakat tak lupa perjuangan para pahlawan. Pun melestarikan permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan. Agar tidak punah,” katanya

Saat ini pun anak-anak lebih banyak antuasias bermain gadget. Padahal banyak kegiatan positif lainnya.

Permainan tradisional seperti gobak sodor, lompat karet, taplak, dengklek dan congklak dapat mempererat kekompakan warga.

“Jadi tak hanya main smartphone terus, juga untuk mencegah mereka dari perilaku negatif seperti penggunaan narkoba,” kata dia.

Selain itu, pihaknya berharap kerukunan antar sesama warga. Meski berbeda agama, suku, dan budaya tetap dapat dipertahankan.

Tak hanya itu, salah satu warga bernama: Wati mengaku senang dengan adanya perlombaan tersebut. Menurutnya hal ini dapat dijadikan momen untuk bernostalgia.

“Senang bener. Jadi ke ingat waktu kecil. Sering main permainan ini. Tetap seru,” katanya.

Dilain hal, terlihat juga Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto diselah-selah. Mengawal langsung perlombaan yang diikuti oleh warga setempat.

“Kegiatan seperti ini dapat menambah rasa cinta masyarakat terhadap tanah air. Tapi tetap mengedepankan anjuran pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (ang)

Komentar

Rekomendasi