oleh

BNNP Beber Peran Oknum Polisi Pada Temuan Paket Sabu via Ekspedisi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung merilis kronologis oknum polisi terlibat peredaran narkoba seberat 1 kilogram. Kasus ini sempat simpang siur –dikarenakan masih dalam penyelidikan.

Terungkap, oknum polisi bernama Andriyanto (47) ditetapkan sebagai tersangka. Bersama Kepala Kampung (Kakam) Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah: Adi Kurniawan alias Daing (39).

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, Andriyanto merupakan oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Berdinas di Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung.

Ditangkapnya Andriyanto ini seakan menjadi pukulan telak bagi Ditresnarkoba Polda Lampung. Bagaimana tidak, sebelumnya Satresnarkoba Polresta Bandarlampung pun meringkus oknum polisi dari Ditresnarkoba.

Oknum itu bernama: Hasyim –berpangkat Brigadir. Yang juga bertugas di Subdit II. Ia diringkus di sebuah kontrakan. Bersama tiga orang lainnya. Salah satunya bandar. Untuk kelanjutan kasusnya, Hasyim dijatuhi hukuman rehabilitasi. Sedangkan ketiga rekannya tidak.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya menjelaskan, Andriyanto berperan sebagai broker (pengubung).

“Barang (sabu) ini berasal dari Pekanbaru. Dan akan diedarkan ke Bandar Jaya,” kata Wayan, Kamis (13/8).

Sebelumnya, pihaknya mendapatkan informasi dari salah satu ekspedisi. Bahwa ada paket yang mencurigakan. Isinya speaker. Atas nama Steven.

Lalu petugasnya pun mendatangi tempat ekspedisi tersebut. Untuk mengecek paket itu. Setelah dibuka ternyata isinya narkotika jenis sabu.

Tak lama kemudian, pihaknya berkoodinasi dengan Polda Lampung, pun Polres Lampung Tengah. Untuk melakukan penyelidikan bersama.

Pada Minggu (9/8), tepatnya di depan pelataran masjid Al-Ikhlas, Gunung Sugih, Tim gabungan mengamankan seorang pelaku: Adi Kurniawan. Diketahui sebagai Kakam.

“Ketika itu dia (Adi) kita amankan saat ingin mengambil paket tersebut,” ucapnya.

“Kami lakukan interogasi. Adi mengaku diperintah oleh oknum polisi (Andriyanto). Seketika itu juga langsung kami amankan Andriyanto. Di kediamannya: di Metro Barat,” ungkapnya.

Ditanya apakah para tersangka ini merupakan jaringan baru, Jenderal bintang satu itu belum bisa menjelaskan secara detil. “Baru mendeteksi. Saat ditangkap dia apes saja,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi