oleh

Perusahaan Pembiayaan Alami Penurunan Penyaluran

radarlampung.co.id – Selama semester I-2020 kinerja industri keuangan non-bank (IKNB) juga merupakan salah satu sektor yang merasa dampak besar pandemi COVID-19. Perusahaan pembiayaan mengalami penurunan dalam penyaluran pembiayaan sejak Desember 2019 hingga Mei 2020 dengan rata-rata penurunan mencapai -1,26 persen tiap bulannya.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto dalam kegiatan memaparkan, adapun nilai piutang perusahaan pembiayaan provinsi Lampung pada posisi Desember 2019 yaitu Rp9,011 triliun dan mengalami penurunan di Mei 2020 yaitu Rp8,45 triliun.

“Untuk Lembaga Keuangan Mikro hingga April 2020 total pinjaman yang disalurkan masih meningkat meski hanya sebesar 1,93 persen dari Desember 2019 yakni yang awalnya Rp17,61 miliar pada April 2020, menjadi sebesar Rp17,95 miliar,” katanya dalam pertemuan yang digelar di Rumah Kayu Resto, Kamis (13/8).

Dia melanjutkan, penyaluran kredit program UlaMM, Umi, dan Mekar hingga Juli 2020 ini masih menunjukkan peningkatan sejak awal tahun di mana untuk posisi Juli 2020 nilai pembiayaan UlaMM tercatat mencapai Rp162 miliar, Umi mencapai Rp343 miliar dan Mekar Rp462 miliar.

“UlaMM, Umi, dan Mekar ini sendiri merupakan model pembiayaan yang diberikan khusus untuk para ibu-ibu dengan harapan mereka dapat berkembang untuk membantu perekonomian rumah tangannya,” tambahnya.

Adapun Rasio NPF perusahaan pembiayaan pada Januari 2020 hingga April 2020 mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan 1 persen setiap bulannya. Namun posisi Mei 2020, NPF mengalami penurunan yaitu dari 5,06 persen pada April 2020 menjadi 4,87 persen.

Hingga Juli 2020 jumlah relaksasi kredit yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan di provinsi Lampung telah mencapai Rp3,9 triliun dengan jumlah kontak mencapai 108.613 kontrak,  perusahaan modal ventura 67 debitur dengan nilai pinjaman mencapai Rp8,29 miliar.

Bentuk relaksasi yang dilakukan lembaga pembiayaan sendiri diberikan melalui prosedur perpanjangan tenor atau grace periode tiga sampai enam bulan, partial paymen (sesuai kemampuan), holiday paymen (tiga sampai enam bulan).

Sedangkan untuk tiga besar sektor ekonomi yang dibiayai oleh lembaga pembiayaan di provinsi Lampung yaitu sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor 33%, rumah tangga 14%, transportasi dan perdagangan 10%.

Lebih jauh dia mengataka, dalam upaya terus mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di provinsi Lampung, OJK provinsi Lampung melakukan konsolidasi dengan seluruh lembaga Jasa keuangan di daerah untuk menyampaikan informasi dan pelaksanaan program PEN (baik virtual, maupun secara langsung).

“Kita juga berkoordinasi dengan stakeholder di daerah seperti Pemprov, Pemkab/Pemkot, bank Indonesia, DJPN, Kadin dan asosiasi usaha lainnya, serta tetap memonitoring penyaluran kredit atau pembiayaan secara periodik,” tandasnya.

Dia juga berharap, dengan adanya pemberian relaksasi kredit yang dilakukan pemerintah, para debitur dapat bergerak kembali menghidupkan sektor riil sembari pemerintah dan pihak yang terkait berupaya untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga, meningkatkan daya beli masyarakat dan belanja pemerintah untuk menciptakan permintaan di pasar. (ega/yud)

Komentar

Rekomendasi