oleh

Polinela Siap Kawal Pengembangan Edamame di Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Program Studi Produksi Tanaman Pangan (Prodi PTP) telah mengembangkan komoditas edamame. Mulai tahun 2018 Prodi PTP menjadikan tanaman edamame sebagai komoditas unggulan program studi.

Strategi pengembangan edamame juga didukung dengan kegiatan penelitian dan pengabdian dosen, kegiatan praktikum, dan proyek usaha mandiri.

Dr. Dulbari, SP, M.Si., selaku Ketua Program Studi Produksi Tanaman Pangan sekaligus Ketua Tim Pengembangan Edamame di Polinela mengatakan, untuk meningkatkan kompetensi SDM, Prodi PTP telah mengirimkan dosen, PLP, dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan magang dan pelatihan di PT Mitratani 27, perusahaan BUMN yang mengembangkan edamame di Jember, Jawa Timur.

Berbekal pengalaman dan keterampilan tersebut, saat ini sudah terbentuk Unit Produksi Edamame di Prodi PTP. Unit Produksi Edamame mendapat dukungan penuh dari Polinela dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (RISTEK-BRIN) melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) mulai tahun 2020.

Ia menjelaskan, budidaya tanaman edamame sangat mudah, relatif sama dengan budidaya tanaman kedelai pada umumnya. Tanaman edamame dapat ditanam pada berbagai jenis tanah dan dapat beradaptasi pada dataran rendah hingga ke dataran tinggi.

Ketua Tim Dr. Dulbari, S.P., M.Si.

Menurutnya, produktivitas edamame di kampus Polinela dapat mencapai 8-10 ton per hektar. Dengan kemampuan produksi dan harga jual yang relatif tinggi, pengusahaan edamame akan sangat menguntungkan.

Muncul pertanyaan mendasar, siapa yang akan membeli bila produk edamame diproduksi secara besar-besaran? Tentu, kata dia, peran serta pemerintah daerah dan swasta sangat diperlukan.

“Peluang ekspor edamame masih sangat terbuka, karena kebutuhan edamame negara-negara seperti Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat masih sangat besar,” ungkapnya, bersama timnya yang beranggotakan Ir. Yuriansyah, M.Si., Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, MP., dan Arif Maksum SE., M.S.Ak.

Menurutnya, respon masyarakat Bandarlampung terhadap edamame sangat baik, hal ini terbukti dari tingginya permintaan edamame ke kampus Polinela. Harga jual edamame di Bandarlampung berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per kg. Sedikit berbeda dengan harga jual di supermarket.

“Potensi pasar masih sangat terbuka, permintaan edamame sampai saat ini belum mampu dipenuhi. Edamame di supermarket Bandarlampung dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kg. Edamame yang dijual di supermarket didatangkan dari luar provinsi,” ucapnya.

Ia menambahkan, melihat potensi dan peluangnya yang sangat menjanjikan, pemerintah daerah dapat menjadikan edamame sebagai komoditas unggulan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menyukseskan program petani mandiri.

“Sinergi antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sektor pertanian,” ucapnya seraya menegaskan Polinela siap mengawal pengembangan edamame di Lampung.

Untuk diketahui, edamame merupakan salah satu jenis kedelai yang berasal dari daerah sub tropik, yang telah berhasil dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini dikonsumsi sebagai kedelai segar.

Edamame mempunyai rasa yang unik dan kandungan nilai gizi yang tinggi sebagai sumber vitamin, mineral, protein, dan energi yang sangat baik bagi kesehatan. Edamame mengandung sembilan jenis asam amino esensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi, serta membantu membangun otot dan sel-sel sistem imun bagi yang mengkonsumsinya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi