oleh

Rapid Tes Massal di Bandarlampung, Dua Orang Dinyatakan Reaktif

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelaksanaan rapid tes massal yang dilakukan di empat titik lokasi di Bandaralampung: Pasar Bambu Kuning/Pasir Gintung, Pasar Tamin, Pasar Wayhalim dan Terminal Kemiling. Dua orang dinyatakan reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandarlampung Edwin Rusli menyebutkan, masyarakat yang mengikuti rapid tes di empat lokasi itu, dilaksanakan pukul 09.00-12.00 WIB, pada Kamis (13/8) sebanyak 601 orang.

“Kita menyiapkan sebanyak 1.000 unit rapid tes. Akan tetapi masyarakat yang mengikuti tes, hanya 601 orang. Hasilnya ada dua orang yang reaktif,” katanya kepada Radar Lampung, Kamis (13/8).

Rinciannnya, Pasar Wayhalim sebanyak 168 dan Pasar Tamin sebanyak 117 orang yang diperiksa hasilnya Non Reaktif. Sedangkan, Pasar Bambu Kuning sebanyak 117 orang dan Terminal Kemiling sebanyak 199 orang, masing-masing ditemukan 1 orang dengan hasil Reaktif.

“Dua orang reaktif ini, akan diisolasi mandiri selama sepuluh hari kedepan. Kemudian, akan dirapid tes lagi. Jika, keadaan mereka memburuk atau reaktif, akan dilakukan tes swab untuk memastikan kondisinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hari ini melaksanakan tes kesehatan massal di empat lokasi: Pasar Bambu Kuning/Pasir Gintung, Pasar Tamin, Pasar Wayhalim dan Terminal Kemiling. Petugas memastikan kesehatan warga dengan dibekali di masing-masing lokasi itu 100 unit rapid tes Covid-19.

Pelaksanaan terbilang lancar dan masyarakat tampak antusias mengikuti gelaran rapid test massal itu. Ini terlihat pelaksanaannya di Pasar Wayhalim, Bandarlampung, Kamis (13/8) sejak pagi. Kepala Unit PD Pasar Rakyat Perumnas Wayhalim Masdar Umar mengaku juga ikut rapid tes dan hasilnya non reaktif.

“Ya, alhamdulillah hasilnya non reaktif. Sementara ini hadilnya tidak ada yang reaktif. Kalau ada warga yang reaktif, maka akan segera diangkut ke Puskemas Wayhalim. Kemudian, dia akan disiolasi selama 14 untuk menjalani perawatan. Tak hanya itu, pasar ini juga akan dinonaktifkan selama 14 hari,” singkatnya.

Diketahui, petugas kesehatan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Tiap posko terdiri sedikitnya sebanyak 12 petugas. Untuk Pasar Wayhalim, petugas kesehatan berasal dari Puskesmas Wayhalim I & II, Segalamider dan Waykandis.

Sedangkan, petugas kesehatan yang berada di Pasar Tamin berasal dari Puskesmas Simpur, Palapa, Kebunjahe, dan Sumurbatu. Lalu, Pasar Pasir Gintung/Smep petugas dari Puskesmas Gedongair, Kedaton, Bakung dan Satelit. Kemudian, di Terminal Kemiling dari Puskesmas Kemiling, RBI, Beringinraya, dan Pinangjaya.

Kepala Puskesmas Segala Mider, drg. Lidwina Idona mengatakan, pemeriksaan rapid test bertujuan untuk mengetahui ketahanan tubuh masyarakat. Pemeriksaan rapid tes bukan hanya mengarah kepada Covid-19. Namun, untuk memastikan sampel daya tahan tubuh masyarakat sekitar.

Sebelumnya rapid tes, petugas juga melakukan cek kronologi skrining dengan melakukan wawancara dengan mengisi form pertanyaan yang sudah disiapkan. “Kita juga mencatat nomor handphone dan data lengkapnya. Hasilnya nanti kita juga akan sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kalau hasilnya non reaktif, maka disimpulkan ternyata kondisi daya tahan tubuh warga itu lagi bagus. Akan tetapi, kalau hasilnya reaktif berarti posisi saat itu kondisi daya tahan tubuhnya lagi terganggu. “Ya, mungkin terserang virus, misal virus flu atau virus apapun, tapi bukan mengarah ke virus Covid,” jelasnya.

Bagi yang reaktif, pihaknya akan minta masyarakat tersebut untuk isolasi mandiri selama 10 hari atau seminggu. Kemudian, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang untuk rapid kedua kalinya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi