oleh

Dirjen Dikti Apresiasi Kolaborasi Itera dengan Dunia Industri

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi inovasi dan kolaborasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) dengan berbagai industri. Prof. Nizam mengatakan, pihaknya akan selalu mendorong perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi, serta berkolaborasi dengan pihak industri.

“Ditjen Dikti mengapresiasi upaya inovasi yang banyak dilakukan Itera. Sebab, tentunya banyak topik riset dan inovasi yang sangat relevan dengan misi pengembangan daerah dan nasional dan juga perkembangan industri,” ujarnya saat kunjungan Tim Akselerasi Inovasi Ditjen Dikti ke Kampus Itera melalui virtual, Jumat (14/8).

Selain itu, pihaknya juga menilai, Itera berhasil membangun kolaborasi yang baik dengan dunia industri, di antaranya kolaborasi dalam bidang teknologi kosmetik, pemanfaatan energi terbarukan berupa solar cell, serta teknik perkeretaapian dan bidang astronomi.

Sementara, Rektor Itera Prof. Ofyar Z. Tamin menuturkan, Itera sebagai institut teknologi yang masih baru, telah memiliki misi untuk menjadi center of excellence atau pusat unggulan di Sumatera. Untuk mencapai itu, pihaknya merancang beberapa program strategis. Di antaranya mendirikan program studi dan pusat riset sesuai kebutuhan Sumatera, yang saat ini telah ada 14 pusat riset dan inovasi, yang diharapkan dapat bersinergi dengan dunia industri. Lalu, Itera juga mendorong program hiliriasi, pendekatan teknologi sesuai revolusi industri 4.0 dan kepeloporan.

Diungkapkannya, saat ini Itera telah menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder industri. Seperti dengan PT Paragon yang merupakan industri kosmetik nasional dengan satu brandnya yang terkenal: Wardah. Ya, Itera dan Wardah bekerja sama untuk mendorong pendirian program studi teknologi kosmetik yang merupakan prodi pertama di Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan mengembangkan riset-riset di bidang teknologi kosmetik yang saat ini semakin dibutuhkan.

“Hal ini penting, sebab industri kosmetik saat ini merupakan industri yang berkembang pesat di beberapa negara, dan potensial berkembang di Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, Itera juga tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 1Mega Wattpeak (MWp) di atas lahan seluas 1 ha, kerjasama Itera dengan PT Wijaya Karya (Wika) dan PT SUN. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi