oleh

Ngaku Jadi Polisi, Petani Ini Rampas Uang Korbannya yang Akan Ke Pasar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jalan umum di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang menjadi “angker” bagi Ngatino (45). Saat melintasi jalan tersebut, warga Tiyuh Marga Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat ini harus mengalami nasib nahas.

Ia menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) di jalan tersebut.

Peristiwa ini bermula saat Ngatino hendak pergi ke pasar Unit II –untuk belanja pada Rabu (19/8), sekira pukul 06.00 WIB. Ia berangkat dari rumahnya mengendarai sepeda motor merk TVS.

Awalnya, perjalanan dari rumahnya menuju pasar Unit II berjalan lancar. Sampai akhirnya ia melintas di jalan umum dekat kantor BRI Unit Ethanol.

Tiba-tiba sepeda motor TVS miliknya dipepet dan dihadang seseorang yang mengendarai Honda Mega Pro. Ngatino lalu berhenti di dekat toko waralaba. Ia mendekati orang tersebut.

Belakangan, orang yang memepetnya diketahui bernama Sodry (38), warga Tiyuh Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung.

Hal tidak terduga tiba-tiba terjadi. Dengan entengnya Sodry mengaku terjatuh gara-gara Ngatino. Sontak, Ngatino kaget. Dirasanya, dirinyalah yang dipepet Sodry.

Tidak sampai di situ. Sodry kemudian mengaku jika ia anggota polisi dari Polsek Unit 6. Dia kemudian meminta ganti rugi kepada Ngatino.

“Korban tidak mau karena merasa tidak bersalah,” kata Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin, Kamis (20/8).

Waktu berjalan. Sodry lalu mengajak Ngatino ke pos polisi untuk membicarakan permasalahan ini. Keduanya lalu beriringan menggunakan sepeda motor masing-masing.

Belum sampai pos polisi. Tiba-tiba Sodry mengajak berbelok Ngatino. Akhirnya keduanya berhenti di sebuah warung kosong. Di sini, Sodry meminta uang Rp2 juta. Ngatino keberatan dan mengatakan tidak punya uang. Sodry lalu menurunkan permintaannya menjadi Rp1,5 juta. Ngatino kekeh mengaku tidak punya uang.

Kesal dengan Ngatino, Sodry hilang kesabaran. Ia lalu mengancam akan membunuh Ngatino saat itu juga. Nyali Ngatino tiba-tiba ciut, ia ketakutan. Dia lalu merogoh saku celananya dan berniat memberikan uang sebesar Rp200 ribu kepada Sodry.

Saat Ngatino mengambil uang dari dalam saku celana kirinya, tiba-tiba Sodry langsung memegang kantong celana tersebut. Sodry lalu merampas uang di dalam saku celana tersebut sebanyak Rp1 juta.

Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Sodry lalu mendorong Ngatino dan kabur. Ngatino langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Banjaragung.

Polisi bergerak. Tak butuh waktu lama. Sodry berhasil ditangkap sekira pukul 14.30 WIB di rumahnya tanpa perlawanan.

Belakangan diketahui. Sodry ternyata berprofesi sebagai seorang petani. Dari penangkapan tersebut, aparat Polsek Banjaragung menyita barang bukti (BB) sepeda motor Honda Mega Pro, uang tunai Rp1 juta, jaket warna abu-abu, celan panjang warna hitam, dan helm warna putih merk Caberg.

Akibat perbuatannya tersebut, Sodry akan dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Diancam pidana penjara paling lama 9 tahun. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi