oleh

Ambil Bantuan Paksa Baksos PAN, Dua Oknum Lurah Dilaporkan ke Polda

RADARLAMPUNG.CO.ID-Polemik pembagian sembako antara lurah dan tim sukses pasangan calonkada berujung ke ranah hukum. Tim advokasi paslonkada berjargon Yutuber itu resmi mempolisikan dua oknum lurah di Bandarlampung.

Koortim Advokasi Yutuber,  Ahmad Handoko mengatakan pihaknya diberikan kuasa oleh 16 warga Kelurahan Sumur Putri dan Kelurahan Talang, pada Selasa (18/8) silam.

Menurut Handoko,  kala itu rekan-rekan dari DPD PAN Kota Bandarlampung sedang melakukan sosialisasi menjelang perayaan HUT ke 22 PAN. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan bantuan sembako. Namun,  tidak ada kaitannya dengan pencalonan Yutuber.

Informasi dari masyarakat di dua tempat itu, dua oknum lurah beserta linmas merebut secara paksa bantuan sembako itu. “Dalam pembagian sembako, tidak ada kaitannya dengan pilkada. Saat itu rekan-rekan dari PAN memberikan bantuan murni peduli untuk masyarakat juga menyambut HUT PAN. Dan bantuan itu diminta secara paksa oleh oknum tersebut,” ucapnya, di Posko Yutuber,  Senin (24/8).

Atas laporan itu,  sambung dia,  maka pihaknya membuat laporan hukum ke Mapolda Lampung,  Senin (24/8).

“Kami mendapatkan kuasa dari masyarakat di dua tempat itu,  untuk melaporkan hal ini ke Polda Lampung. Sebab,  kami juga mendhga tindakan oleh lurah dan kawan-kawan di sana masuk ke ranah hukum pidana. Sebab,  saat ini kan belum masuk tahapan pilkada. Saat temen-teman PAN turun tidak ada agenda pilwakot. Itu saja dasarnya. Ini kami lakukan agar menjadi pembelajaran bagi pihak ASN dan lainnya agar tidaak menghalangi upaya sosial kepada masyarakat. Untuk Bakal calon saja sah, apalagi bukan agenda Pilkada,” jelasnya.

Namun,  laporan baru diserahterimakan ke Polda dan belum dilakukan diregis dan belum dilakukan BAP. Ananto Pratomo anggota vokasi dari PAN menambahkan, setelah kejadian pihaknya menanyakan ke masyarakat apakah hal tersebut merugikan atau tidak.

“Menurut pengakuan mereka ya keberatan. Jangankan sembako,  mereka bilang masker saja rebutan kok. Kemudian mereka memberikan kuasa kepada kami untuk melaporkan apa yang mereka rasakan, ” kata dia.

Dia mengaku sangat menyayangkan hal ini. Sebab bantuan diberikan dalam bentuk oartisipasi PAN menjelang HUT PAN. “Terlepas dari HUT PAN pun sebenarnya tidak menjadi persoalan. Panwas juga menyatakan tidak ada larangan kok, ” kata dia. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi