oleh

Hari Indonesia Menabung OJK Kenalkan Digital Banking ke Pelajar

 

radarlampung.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM), Senin (24/8). Kegiatan ini digelar melalui meeting Zoom dan dihadiri sejumlah pelajar dari berbagai daerah di Lampung.

Hari Indonesia Menabung sendiri merupakan salah satu upaya OJK dalam meningkatkan angka inklusi keuangan melalui aksi menabung yang dilakukan oleh seluruh lapisan Masyarakat, baik di pusat maupun di daerah, baik di kota maupun di desa dan untuk semua level usia.

Kepala OJK provinsi Lampung, Bambang Hermanto mengatakan, secara nasional, Hari Indonesia Menabung telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 26 Tahun 2019 yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus.

Khusus Provinsi Lampung, telah dicanangkan pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu, Surat Edaran Gubernur Lampung yang menetapkan hari Rabu Minggu Pertama Setiap bulannya sebagai Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung.

“Tentunya hal ini harus kita dukung dan harus kita sukseskan, melalui program kerja dan kegiatan yang dilakukan, baik oleh Pemerintah daerah, Lembaga Jasa Keuangan, sekolah, perguruan tinggi dan semua pihak sehingga tujuan dari Hari Indonesia Menabung dapat tercapai,” katanya.

Dalam paparannya, Bambang mengatakan, transaksi yang dilakukan melalui e-banking setiap tahun mengalami pertumbuhan yang cukup besar pada beberapa bank.

Berdasarkan data 13 bank besar di Indonesia, frekuensi transaksi melalui e-banking pada tahun 2012 sebanyak 3,79 Milyar transaksi dan dengan nilai nominal Rp4.441 Trilyun, bertambah menjadi sebanyak 4,73 Milyar transaksi dengan nilai nilai nominal Rp5.495 Trilyun pada tahun 2013, pada tahun 2014 meningkat menjadi 5,69 Milyar transaksi dengan nilai nominal Rp6.447 Trilyun.

“Pertumbuhan tersebut berpotensi meningkat sejalan dengan kecenderungan layanan bank mengarah pada digital banking,” katanya.

Hal ini dikarenakan, layanan e-banking memiliki fitur yang menarik dan nyaman digunakan serta memberi kemudahan bagi nasabah untuk melakukan transaksi keuangan seperti transfer antar-bank, pembayaran kartu kredit, listrik, telepon, tagihan ponsel, asuransi, internet, tiket penerbangan, dan virtual account.

Selain itu semakin marak bisnis daring (online
shop) serta pertumbuhan jenis dan jumlah smartphone yang semakin meningkat telah memberikan andil dalam pertumbuhan transaksi melalui e-banking. ”E-Banking memberikan banyak manfaat baik bagi nasabah dan bank. Terutama kemudahan bertransaksi dalam hal waktu, tempat, dan biaya,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, Kegiatan Hari Indonesia Menabung khususnya di Provinsi Lampung ini, membutuhkan dukungan dari semua pihak. Hal ini untuk mendorong peningkatan Literasi dan Inklusi keuangan di Provinsi Lampung.

Sesuai hasil Survey tahun 2019, tingkat Literasi Keuangan Provinsi Lampung ada di angka 31 persen (secara Nasional 38 persen). Meskipun mengalami kenaikan dari hasil survey tahun 2016 yang sebesar 26,91 persen (Nasional 29,7 persen), namun menurutnya hal ini harus terus ditingkatkan.

Sedangkan untuk tingkat Inklusi Keuangan Provinsi Lampung, berada di angka 61,9 persen (Nasional 76,2 persen), angka ini menurun dibandingkan hasil survei tahun 2016 yang sebesar 69,82 persen (Nasional 67,82 persen). ”Berdasarkan angka tersebut, tentunya banyak hal yang harus kita lakukan untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung khususnya,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dalam sambutannya yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto juga turut mengajak semua pelajar di Lampung untuk giat menabung, sejak usia sekolah.

“Di Bank ada tabungan khusus pelajar, yaitu Simpanan Pelajar (SIMPEL). Minimal setiap Pelajar memiliki satu rekening tabungan. Saya berharap, Pelajar di Lampung ini dapat terlatih untuk bijak dalam menggunakan uang jajannya. Harus ada yang disiapkan untuk ditabung, tidak semua dibelanjakan,” katanya.

Dia melanjutkan, dengan menabung pelajar dapat menanamkan sikap disiplin sehingga akan memberikan efek yang positif bagi masa depan mereka. Dirinya juga berharap sejumlah sekolah-sekolah dapat mulai menjalin kerja sama dengan pihak perbankan, sehingga kebutuhan pelajar untuk menabung dapat terakomodir dan terpenuhi. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi