oleh

Koprasi TKBM Panjang Dinilai Sukses Menjadi Pilot Project

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepengurusan baru Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang perlahan menepati satu per satu janjinya. Tidak hanya terkait jaminan kesejahteraan, tapi juga kelengkapan alat pelindung diri (APD) para anggotanya.

Ya, hari ini (24/8), 1.221 buruh pelabuhan Panjang menerima seragam APD. Meliputi baju, sepatu, serta rompi. Berikut sembako yang dijanjikan diberikan kepada para anggota per tiga bulan sekali.

Pembagian seragam langsung dilakukan  oleh Ketua Koperasi TKBM Panjang: Agus Sujatma Surnada, Ketua Badan Pengawas (BP): Eriza, Kabid Lala, Kesahbandaraan, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang: Hot Marojahan, serta Ketua F SPTI Bandarlampung: Ghozali.

Di awal acara, Agus memohon maaf jika tidak semua anggota bisa bersamaan masuk ke halaman koperasi TKBM, dikarenakan keharusan mematuhi protokol Covid-19.

“Agenda hari ini adalah kewajiban lembaga koperasi. Kami membagikan sesuai apa yang dijanjikan, per 3 bulan membagikan beras. Kita juga memberi rompi dan mengukur baju seragam anggota 2 stel, dan sepatu untuk 1.221 anggota,” jelasnya.

Semua program, kata dia, secara bertahap akan dijalankan, termasuk perumahan untuk anggota. “Saya selaku Ketua Koperasi TKBM meminta agar kawan-kawan selalu menjalankan disiplin aturan kerja yang memang kita harus jalankan, jaga keselamatan kerja di lapangan dan kita harus hati-hati,” pesan Agus.

Selain itu, imbuh mantan anggota DPRD Bandarlampung ini, para anggota diharap jangan sampai terprovokasi jika mendengar sesuatu yang berpotensi membuat gaduh lembaga.

“Kami hanya menjalankan managemen keungan TKBM. Sudah empat bulan alhamdullilah pelan-pelan kita buktikan jika lembaga ini mampu membina anggota, karena semua milik anggota,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia prihatin program teranyar pemerintah pusat terkait bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan belum dapat dilakukan, dikarenakan adanya tunggakan di priode kepengurusan sebelumnya, sehingga anggota tidak mendapatkan bantuan tersebut. “Tapi kita tetap upayakan, kita lobi pihak BPJS,” kata dia.

Sementara, Ketua Badan Pengawas (BP) Eriza menjelaskan, pihaknya tetap akan melakukan upaya agar hak-hak buruh tetap tersalurkan sebagaimana mestinya. Diharapkan anggota menjaga dan merawat sebagaimana mestinya.

Di tempat yang sama, Kabid Lalu Lintas (Lala) Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang Hot Marojahan menyatakan bahwa Koperasi TKBM Panjang bisa menjadi pilot project untuk koperasi pelabuhan di Indonesia.

“Ini adalah suatu prestasi, karena perkembangan sangat pesat, dalam kurun empat bulan Koperasi TKBM Panjang sudah banyak perubahan. Ini pun diakui koperasi pelabuhan lain di Indonesia, berita keberhasilan menata keuangan koperasi yang terbuka dan saling mendukung sudah tersebar luas,” ujarnya.

Kepada para buruh, dia berpesan agar selalu mematuhi SOP pelabuhan. “Wajib mengenakan APD, karena ini sangat penting sekali bagi diri sendiri. Jangan lupa maaker, ini wajib juga, sepatunya nanti mohon jangan dijual dan saya juga masih melihat ada yang tidak mau memakai APD, jangan sampai nanti ada tindakan tegas,” ucapnya.

Dijelaskan dia, pihaknya ingin wajah pelabuhan Panjang berbeda, semua buruh wajib menggunakan APD agar kapal-kapal asing melihat standaslrisasi buruh TKBM. “Jangan pakai sendal jepit,” tandasnya. (sur)

Komentar

Rekomendasi