oleh

Matangkan Program Pelatih, KONI Datangkan Dua Profesor

RADARLAMPUNG.CO.ID – KONI Lampung memberikan pelatihan Iptek dan Sport Science kepada para pelatih cabang olahraga (cabor) yang lolos PON.

Pelatihan ini diisi materi oleh Prof Sugiharto dan Prof Hadi Setijono yang digelar di ruang rapat KONI, Senin (24/8). Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science Frans Nurseto menjelaskan, pelatihan ini dijadikan para pelatih untuk membuat program latihan selama tiga bulan kedepan.

“Sekarang ini kan kita di fase tahap persiapan umum. Minggu depan mereka (pelatih) buat program latihan dari unit latihan sampai sesi latihan. Jadi mereka buat program latihan seminggu 10 kali,” jelasnya, Senin (24/8).

Sebelumnya, kata Frans, pelatihan sudah dilakukan sebelum pandemi. Pelatihan itu kata Frans untuk program jangka panjang para pelatih. Nantinya dua profesor yang juga sebagai konsultan di KONI Lampung itu bersama KONI akan mengevaluasi program latihan yang dibuat pelatih.

Di sisi lain, Prof Sugiharto dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pelatih harus mempunyai program latihan jangka panjang. Ini dimaksudkan agar para atlet tahu porsi latihannya.

“Jangan sampai program latihan itu baru di-setting di lapangan. Kalau bisa atlet sudah dikasih tahu programnya dengan memanfaatkan gadget. Jadi kalau dia tahu besok porsi latihan lebih berat dari hari kemarin dia bisa mempersiapkan diri,” terangnya dihadapan 18 pelatih.

Setidaknya, program persiapan umum selama periodik terbagi dalam beberapa tahapan. Pertama, tahap persiapan umum dilakukan selama 2-2,5 bulan. Sedangkan di fase berikutnya masuk ke dalam tahapan persiapan khusus selama 2-2,5 bulan.

Lalu tahap selanjutnya pra pertandingan yang dipersiapkan 2-3 bulan. Lainnya ia menambahkan jika para pelatih harus memiliki kreativitas.

“Kreativitas program latihan pelatih dibutuhkan. Karena bapak ibu yang melatih yang tahu kondisi di lapangan. Jadi setiap hari kalau bisa atlet itu dikasih target melebihi dari target hari sebelumnya. Makanya pelatih juga harus punya resume atlet,” terang Suharto.

Ia juga menekankan agar pelatih memberikan target kepada para atlet untuk melebihi PON. “Kalau bisa targetnya setara SEA Games. Jadi kalau target latihannya sudah SEA Games maka PON otomatis bisa terlampaui,” tandasnya. (nca/sur)

Komentar

Rekomendasi