oleh

Penemuan Mayat Terikat di Tegineneng Terungkap, Dua Tersangka Pembunuhan Ditangkap

RADARLAMPUNG.CO.ID – Gabungan Polda Lampung, Polres Pesawaran dan Polsek Tegineneng mengungkap kasus penemuan mayat terikat di Sungai Ledeng, Desa Rejoagung, Jumat (21/8). Polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Mereka adalah Wa (18) dan Ch (18), warga Desa Bumiagung, Kecamatan Tegineneng. Dalam penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (23/8), polisi menyita barang bukti satu unit motor.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, berdasar hasil penyelidikan, kedua pemuda it diduga terlibat pembunuhan terhadap Dwi Ana (16), warga Sriagung, Desa Bumiagung, Tegineneng.

”Berdasar hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, kuat dugaan satu orang (Wa, Red) sebagai pelaku pembunuhan,” kata Vero Aria Radmantyo, Senin (24/8)

Tim gabungan kemudian menuju kediaman Wa. Namun yang bersangkutan tidak ada di rumah. Sekitar pukul 20.15 WIB, Minggu (24/8), polisi kembali datang dan menanyakan keberadaan pemuda itu. Di dapat informasi, yang bersangkutan sedang menjemput bibinya.

“Kemudian tim menuju rumah bibinya. Namun Wa tidak ada. Ia sedang menjemput bibinya. Tidak lama, Wa kembali ke rumah dan langsung diamankan,” sebut dia.

Hasil pengembangan, Wa tidak sendiri menghabisi Dwi Ana. Ia dibantu Ch. Polisi bergerak ke kediaman Ch dan membekuk pemuda itu. ”Kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Tegineneng,” kata dia.

Sebelumnya, anggota Polres Pesawaran menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan di sungai Ledeng, Desa Rejoagung, Kecamatan Tegineneng, Jumat sore (21/8).

Korban yang belakangan diketahui bernama Dwi Ana (16), warga Sriagung, Desa Bumiagung, Tegineneng tersebut ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, mayat korban kali pertama ditemukan oleh warga yang sedang memancing. “Mendapat informasi, anggota menuju TKP. Bersama warga, kita mengevakuasi mayat korban,” kata Vero, Sabtu (22/8).

Berdasar keterangan pamannya, Dwi meninggalkan rumah sejak pukul 19.30 WIB, Kamis (20/8). Setengah jam kemudian, ponselnya tidak bisa dihubungi. “Ditunggu sampai pukul 21.30 WIB, korban belum pulang. Pihak keluarga kemudian menghubungi teman dekatnya dan melakukan pencarian. Namun korban tidak ditemukan,” sebut dia. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi