oleh

Adakan Kuliah Umum, Menhut Unila Bahas Kesehatan Hutan

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kesadaran akan pentingnya kesehatan hutan dalam mencapai pengelolaan hutan yang lestari sampai saat ini masih kurang. Terutama pada berbagai fungsi hutan. Sehingga, permasalahan kesehatan hutan, sejauh ini belum mendapat perhatian yang serius.

Untuk itu, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengadakan kuliah umum kesehatan hutan yang dapat memberikan suatu informasi dari berbagai ilmu dan bertukar pikiran mengenai pentingnya kesehatan hutan dalam rangka pengelolaan hutan berkelanjutan.

Mengangkat tema Perkembangan Pemantauan Kesehatan Hutan dalam Rangka Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, kuliah umum ini diadakan yang ke empat kalinya, dari total 10 kuliah umum.

Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (24/8) sekitar pukul 09.00-12.00 WIB. dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dan Youtube dengan Moderator Dr. Ir. Slamet Budi Yuwono, M.Si. (Kaprodi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung).

Dalam sambutannya, Dekan Fakuktas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.S. menyampaikan bahwa hutan lestari masyarakat sejahtera harus diimplementasikan, sehingga kualitas maupun kuantitas hutan itu harus sehat.

“Tiga pilar yang sangat penting didalam mengelola hutan yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Ketiga pilar tersebut harus berjalan agar kelestarian hutan terjaga,” ungkapnya.

Kuliah umum ini mengundang tiga narasumber, yaitu Dr. Ir. Supriyanto, DEA (Peneliti Senior SEAMEO BIOTROP/ Keahlian: Bioteknologi dan Fisiologi Pohon), Mujahidin, S.P., M.Si. (Koordinator Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan/Tim Analis Kesehatan Pohon Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – LIPI), dan Dr. Rahmat Safe’i, S.Hut., M.Si. (Pengajar Mata Kuliah Kesehatan Hutan/Sekretaris Prodi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung).

Dalam penyampaiannya, Supriyanto menyampaikan bahwa pengelolaan hutan secara berkelanjutan atau lestari, merupakan suatu kebutuhan.

“FHM dapat diterapkan di semua sistem silvikultur untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat dipercaya untuk pengelola dalam mengambil keputusan managemen dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Selain itu, FHM memerlukan kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung dan memperbaiki teknologi FHM yang mengikuti perkembangan jaman,” ujarnya.

Sementara, Mujahidin, S.P., M.Si menyampaikan, monitoring kesehatan pohon, sangat penting untuk mengevaluasi kondisi terutama kerusakan yang terjadi pada pohon, hasil evaluasi juga dapat menjadi rekomendasi untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan dalam penanganan pohon beresiko, serta sebagai upaya mitigasi bahaya pohon yang berisiko mengancam keselamatan manusia.

Rahmat Safe’i, menyampaikan bahwa penggunaan sistem informasi sebagai instrument pengelolaan hutan dapat digunakan. SIPUT untuk menilai dan SIMANTAN untuk memantau kesehatan hutan.

Terpisah, Susni Herwanti, Sekertaris Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung berharap, Kuliah Umum Kesehatan Hutan ini mampu menjadi media forum transfer informasi, ilmu dan pengalaman yang akan dibagikan kepada seluruh peserta kuliah umum, untuk menjadi bekal mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan dalam sektor kehutanan sebagai langkah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengadakan kuliah umum ini. Kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kesadaran semua pihak agar dapat mengimplementasikan metode FHM untuk kelestarian hutan sehingga didapatkan keputusan manajemen pengelolaan hutan yang diperlukan” tutup Susni.  (gie/rls/yud)

Komentar

Rekomendasi