oleh

Covid-19 Bisa Picu Happy Hypoxia, Yuk Kenali Tandanya

RADARLAMPUNG.CO.ID– Pandemi Covid-19 ternyata juga menyimpan bahaya fenomena happy hypoxemia syndrome atau happy hypoxia. Fenomena ini merupakan kondisi seseorang dengan kadar oksigen rendah dalam tubuh namun tidak terlihat gejalanya. Pasien bahkan terlihat baik-baik saja. Fenomena ini rentan menyerang para penderita Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Demikian diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana pada Sosialisasi Peraturan Gubernur Lampung Nomor 45 Tahun 2020 Tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman (AKB-M2PA) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Selasa (25/8).

Menurut Reihana, fenomena penurunan kadar oksigen dalam darah itu disebut happy hypoxia karena sesuai namanya, penderita tidak mengalami gangguan apapun. Idealnya, kata Reihana, saturasi oksigen dalam darah sebesar 95-100 persen. Fungsi saturasi ini yang membuat sel darah merah atau hemoglobin dapat mengikat oksigen dengan baik. Sehingga dapat menyampaikannya ke seluruh sel pada jaringan tubuh.

Namun untuk kasus Happy Hypoxia ini, kadar oksigen dalam tubuh drop jauh di bawah 90 persen. Ini sebenarnya sebuah kondisi yang dapat mengancam jiwa. Anehnya, penderita masih bisa bernapas normal. Bahkan tidak ada gejala yang terlihat sama sekali kalau kadar oksigen yang didistribusikan dalam tubuhnya menipis. Biasanya, kekurangan kadar oksigen bisa memicu sesak napas, napas yang memburu dan dangkal, atau tanda lainnya.

Pada kasus ini, pasien tidak menyadari kalau tubuhnya kehabisan oksigen. Ketika seharusnya pasien megap-megap mencari oksigen, yang bersangkutan justru terlihat nyaman dan normal. Karena itu lah jenis penyakit ini juga kerap disebut silent hipoxia.

Diduga kuat, virus corona yang telah mempengaruhi fungsi tubuh sehingga tidak bisa merasakan penurunan kadar oksigen. Sama halnya seperti gejala hilang indra penciuman dan pengecap yang kerap terjadi pada penderita Covid-19. “Karena itu sekarang meski statusnya OTG, tetap kita pantau ketat. Kita cek kadar oksigen penderita secara berkala untuk mengetahui kemungkinan Happy Hypoxia ini,” tandasnya. (fik/wdi)

Komentar

Rekomendasi