oleh

Peduli Terhadap Sampah, PLTU Tarahan Sumbang Kendaraan Operasional untuk Bank Sampah Binaan

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – PLTU Tarahan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan kendaraan operasional untuk Program Bank Sampah Bilik Resik Elektrika yang ada di Dusun Kampung Baru Desa Rangai Tri Tunggal Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (25/8).

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Tarahan, Yuli Tri Setyono kepada Slamet selaku Pengurus Bank Sampah.

Dalam kegiatan yang merupakan serangkaian acara Program CSR Bank Sampah Binaan PLN UPK Tarahan ini, juga dihadiri beberapa instansi terkait, diantaranya Sekretaris Desa Rangai Tri Tunggal, Saebi. Lafran Habibie, ST MT, Kepala UPT Laboratorium Lingkungan dan PLT.Kabid Penataan dan Gakkum Dinas Lingkungan Hidup Lamsel mewakili Kadis DLH Kabupaten Lampung Selatan serta AKBP Yosep Kabag Opsnal Pamobvit Polda Lampung mewakili Direktur PAMOBVIT.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Tarahan, Yuli Tri Setyono mengatakan, PLTU Tarahan berkomitmen tiap tahun menyalurkan CSR kepada warga sekitar PLTU. Tahun ini, perusahaan yang bergerak dibidang kelistrikan itu memberikan bantuan kendaraan operasional untuk meningkatkan produktivitas kegiatan bank sampah.

Selain itu, PLN UPK Tarahan juga melakukan aksi peduli dengan menyalurkan Bantuan Sembako untuk Warga Dusun Ring 1 PLTU Tarahan. Warga Dusun yang mendapat bantuan antara lain terdiri dari 607 kepala keluarga di empat Dusun, Desa Rangai Tritunggal. Program PLN Peduli Sesama ini merupakan partisipasi insan PLN yang peduli terhadap semua lapisan masyarakat terutama di lingkungan PLN UPK Tarahan yang terdampak pandemi COVID-19.

“Satu Kepala Keluarga (KK) dapat 5 kg. Seluruhnya kami berikan 607 KK warga 4 Dusun Ring 1. Kami juga memberikan motor operasional pengambilan sampah daur ulang. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya untuk keberlangsungan bank sampah yang sedang kami dampingi untuk meningkatkan perekonomian,” ungkapnya, Selasa (25/8).

Dia menjelaskan, untuk tahun ini PLTU Tarahan telah menyalurkan dana CSR PLN antara lain : Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), program peningkatan gizi kepada balita melalui Program Posyandu Anggrek, program pemberian benih lele kepada para pemuda yang ada di sekitar PLTU Tarahan dan yang sedang berjalan pemberian kendaraan operasional bank sampah dengan total nilai hingga 150 juta.

“Ini tahun kedua PLN UPK TARAHAN menjalankan program CSR mendampingi warga mengelola bank sampah. Target kami sampai lima tahun ke depan, kegiatan operasional bank sampah bisa mandiri,” bebernya.

Kedepan, sambung Yuli, PLTU Tarahan juga akan menjalankan program CSR berwawasan dengan penanaman mangrove disekitar Pantai Pasir Putih . Kemudian akan menggagas kegiatan ekowisata di sekitaran Pulau Sebesi.

Sementara, Kabag Ops Pamobvit Polda Lampung, AKBP Yosep menjelaskan, kedatangannya ke Desa Rangai Tritunggal untuk memastikan pemberian CSR PLTU Tarahan kepada masyarakat sekitar tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kepada PLTU Tarahan yang mendampingi warga dalam pengelolaan bank sampah. Ini cukup baik. Jadi, sampah-sampah yang berserakan dapat dikumpulkan oleh warga dan menjadi pendapatan warga,” ungkapnya.

Yosep juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). “Mari, bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan dan PLT.Kabid Penataan dan Gakkum DLH Lamsel, Lafran Habibi juga mengapresiasi sikap PLTU Tarahan yang mau mendampingi warga untuk mengelola bank sampah. Di Lamsel sendiri, ada beberapa desa yang mengelola bank sampah. Namun, konsep yang baik, ada di Desa Rangai Tritunggal. Dimana, pendampingan yang dilakukan oleh PLTU Tarahan diprediksi akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Bank sampah disini cukup baik. konsepnya matang. Keberadaan bank sampah ini salah satu pengelolaan lingkungan hidup. Karena sampah ini sudah banyak. Ketika dikelola dengan baik. Lingkungan akan menjadi asri,” katanya.

Terpisah, Nia (37) salah satu warga sekitar mengaku bangga dengan adanya program bank sampah ini. Sebab, selain membuat rumah sekitar bersih, ada penghasilan yang didapat.

“Biasanya kan sampah saya buang. Kalau sekarang saya kumpulin. Kalau sudah banyak, baru saya jual. Kalau ibu rumah tangga seperti saya lumayan mas. Ini sangat bermanfaat buat kami,” pungkasnya. (yud)

Komentar

Rekomendasi