oleh

Sengketa Aset Alay Kian Rumit

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sugiarto Wiharjo alias Alay nampak tak tenang memikirkan aset-asetnya. Pasalnya istri Satono: Rice Megawati melalui kuasa hukumnya: Amrullah melayangkan laporan ke Mabes Polri atas dugaan pengalihan aset dari sita eksekusi.

Amrullah pun menegaskan bahwa kini pihaknya masih melakukan pengaduan masyarakat ke Mabes Polri.

Pengaduan yang dilayangkan itu alasannya karena gagalnya pembayaran uang APBN Lampung Timur. Yang bisa dibayarkan dengan 66 bidang aset milik Alay dengan nilai Rp285 miliar.

“Di persidangan dulu ada penegasan sebelum inkrah jika uang APBN Lampung Timur tak dikembalikan, Satono dijadikan sebagai tersangka,” katanya, Selasa (25/8).

Merasa takut, lalu diajukan kembali gugatan pada tahun 2009. Atas aset PT Tripanca dan kuasa hukumnya: Yayasan LBH Nasional.

Setelah itu barulah keluar penetapan. Yang isinya sita eksekusi dari 28 Mei hingga 1 Juni 2009. Untuk 66 aset milik PT Tripanca.

Setelah aset itu ada, sepatutnya diappraisal barulah dilakukan lelang. Lalu diputus laku terjual ataupun tidak.

“Dan hasil uangnya diserahkan ke Satono dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim),” kata dia.

“Tetapi itu ada pengangkatan aset sita. Selanjutnya saya pun enggak tahu kemana lagi aset itu. Namun yang jelas di pihak ketiga,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, advokat LBH Nasional: Kabul Budiono menegaskan ke pihak kuasa hukum Rice Megawati: Amrullah apabila ada dugaan penggelapan aset oleh pihaknya, ia meminta bukti itu.

“Kalau dijual siapa penjual dan pembelinya. Diketahui bahwa pada tahun 2009 aset masih tanggungan. Itu juga belum bersih,” ucapnya.

Yang kemudian terlikuidasi sehingga aset itu menjadi rebutan. “Lalu Satono sendiri yang mengajukan meminta tolong ke LBH Nasional diselesaikan. Jika ada aset segera dikembalikan ke Pemkab Lamtim,” jelasnya.

Penegasan pun dikatakan kuasa hukum Alay: Ben Sujarwo bahwa tak ada kaitannya dengan upaya pihaknya melakukan perbaikan aset-aset milik kliennya.

“Dari awal Om Alay ini berniat mengembalikan kerugian negara ke Pemkab Lamtim,” katanya.

“Dengan melakukan pemulihan aset-aset dari Tripanca Group. Di situ juga apakah masih ada hak dari Alay sendiri. Dan ditelurusi masih ada (hak). Nantinya akan kami jadikan uang tunai,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi