oleh

Getir, Tersangkut Biaya SPS, Ijazah Dua Anak Tersayang Tertahan Pihak Sekolah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Salah seorang wali murid SMA Negeri 11 Bandarlampung mengeluhkan tidak bisa mengambil ijazah kelulusan anaknya. Dia adalah Muhizar (50), warga Sukarame 2, Telukbetung Barat. Yang lebih membuatnya bersedih, hal ini menimpa kedua anaknya.

Padahal, cerita dia, anak pertamanya lulus tahun 2018. Dan anak keduanya lulus tahun 2020 ini. Namun ijazah keduanya belum bisa diambil dikarenakan.

Usut punya usut, ternyata dirinya belum melunasi sumbangan pengembangan sekolah (SPS). Terkait anak pertamanya masih ada kekurangan Rp500 ribu yang harus dilunasi. Anak keduanya sekitar Rp1.900.000.

Muhizar mengakui, keluarganya tergolong kesulitan secara ekonomi. Dirinya yang berprofesi seorang ojek online dan istrinya guru les, cukup berat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diperparah masa pandemi ini.

“Bukan kita tidak mau bayar, kita mau bayar, tapi kan kita memang kekurangan, kita tidak ada uang. Kita berharap ijazah anak kami bisa diberikan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (27/8).

Dirinya sudah berusaha menemui pihak sekolah agar bisa mengambil ijazah kedua anaknya tersebut. Pihak sekolah tetap bersikukuh, dirinya harus melunasi uang SPS tersebut.

“Kami juga sudah mencicil uang bangunan itu. Sedikit-sedikit kami angsur,” imbuhnya.

Dirinya pernah mengajukan untuk bisa mendapatkan bantuan operasional sekolah daerah (bosda). Namun, anaknya tidak termasuk di penerima bosda. Dirinya sampai pernah melaporkan ke Ombudsman perihal tersebut.

AS (17) –anak keduanya– berharap ijazah miliknya bisa segera diberikan. Menurutnya, ijazah sudah menjadi hak siswa.

“Saya membutuhkan ijazah karena ingin mencari pekerjaan. Apalagi di masa pandemi ini, tidak mungkin saya hanya berdiam diri, saya berusaha untuk bisa membantu orang tua,” katanya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi