oleh

Kabar Baik, Subsidi Rp1,2 Juta Bagi Pemilik Rekening Bank Ini Cair Lebih Cepat

RADARLAMPUNG.CO.ID-Subsidi bagi pekerja yang memiliki gaji dibawah Rp5 juta dan tercover dalam BPJS Ketenagakerjaan yang aktif hingga Juni sebesar Rp600 ribu per bulan dan dicairkan per dua bulan, mulai ditransfer per Kamis (27/8). Pekerja dengan pemilik rekening bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) ditransfer lebih cepat.

Hal ini diungkapkan Kepala BPJS ketenagakerjaan Cabang Bandarlampung Widodo saat ditemui di Kantornya Kamis (27/8). Dia mengatakan, berdasarkan arahan presiden Joko Widodo yang didapatnya saat launching subsidi pekerja ini, subsidi ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Pengarahan dari presiden untuk saat ini program di launching untuk 2,5 juta pekerja. Khususnya bank Himbara seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, jadi bank pemerintah ini cepat. Karena kalau bank lain, untuk bank konvensional seperti bank Syariah sedikit lama karena menggunakan kliring. Dan ini jumlah yang besar dan banyak tapi ya bersabar. Yang jelas yang sudah terdaftar berpotensi mendapatkan. Namun yang menentukan adalah pemerintah, bukan kami (BPJS Ketenagakerjaan),” beber Widodo.

Dia melanjutkan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah penerima subsidi untuk di Lampung dari total 2,5 juta pada launching per Kamis (27/8). Widodo menegaskan, tugasnya hanya melakukan collekting data. Di mana, pihaknya bertugas meminta perusahaan menyerahkan nomor rekening karyawan, mengecek kepesertaan peserta yang aktif sampai Juni dengan upah dibawah Rp5 juta dan bukan termasuk BUMN dan ASN.

“Kami hanya collecting data. Bagi karyawan yang upahnya yang dilaporkan dibawah Rp5 juta, kami tidak tahu take home paynya. Kami hanya tahu yang dilaporkan. Kemudian usia terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan juga tidak berpengaruh, asal masih aktif sampai Juni 2020 tervalidasi,” lanjutnya.

Di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandarlampung yang membawahi 7 kabupaten/kota se Provinsi Lampung hingga saat ini yang sudah tervalidasi ada 112.535 rekening pekerja dari total 118.663 rekening pekerja yang mengusulkan.

Masih ada 108 rekening yang tidak valid, artinya kemungkinan ada NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang berbeda di KTP Nasional saat buka rekening tapi sekarang menggunakan E-KTP. Atau kondisi rekening tidak ada transaksi sehingga tidak aktif.

“Untuk yang tidak valid ini kami mendorong perusahaan memperbaiki data sampai 31 Agustus. Selain itu juga masih 6.030 rekening yang sudah tercatat di BPJS Ketenagakerjaan  namun masih di validasi oleh Bank,” lanjutnya.

Widodo juga menghimbau kepada perusahaan yang selama ini belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mulai perusahaan swasta, pegawai non ASN, guru honor, UKM, yang masuk kriteria wajib terdaftar tolong di daftarkan segera.

“Terkhusus pekerjaan perkebunan yang harian lepas. Tolong didaftarkan, jangan sampai ada yang sebagian dapat menjadi hal yang tidak kami inginkan dan tidak karena kami hanya bertugas hanya mengumpulkan rekening, dan ini bukan uang BP Jamsostek tapi APBN,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi