oleh

Semoga Tak Bohong, Pihak Sekolah Bersedia Berikan Ijazah Terkait Sangkutan SPS

RADARLAMPUNG.CO.ID – SMA Negeri 11 Bandarlampung buka suara terkait dugaan menahan ijazah siswa. Saat dikonfirmasi, pihak sekolah mengaku tidak bermaksud menahan ijazah semua anak didiknya.

Ari Soekrisno selaku Waka Kesiswaan SMA Negeri 11 Bandarlampung mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menahan ijazah tersebut, walaupun belum melunasi kewajibannya, yakni uang Sumbangan Pembangunan Sekolah (SPS).

Akan tetapi, kata dia, untuk mendapatkan ijazah tersebut, yang bersangkutan harus melunasi uang SPS tersebut.

“Minimal, orang tua siswa bisa membayar semampunya. Atau jika tidak, datang uang SPS ini hanya dibayar sekali selama sekolah, dan dapat diangsur. Kalau pembahasan dana tersebut merupakan ranahnya komite dan orang tua,” katanya, Kamis (27/8).

Ia menuturkan, beberapa orang tua siswa yang tidak mampu, juga ada yang datang untuk meminta ijazah. Orang tua tersebut mengatakan, tidak mampu membayar sisa dana yang harus dibayarkan. Pihak sekolah pun memberikannya, dan menghapus tunggakan tersebut.

“Ada sekitar tiga orang. Mereka datang menghadap dengan baik-baik, dan mengatakan tidak sanggup untuk membayar, ya kita berikan ijazahnya. Dan jika memang tidak mampu membayar semampunya, ya datang secara baik-baik, mengatakan yang sejujurnya jika belum ada uang. Sekolah juga akan memberikan keringanan,” ujarnya.

Mengenai orang tua yang sudah melaporkan ke Ombudsman, pihaknya berharap bisa menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik.

“Kita selesaikan dengan bermusyawarah, dengan kepala dingin. Komunikasikan dengan sekolah. Mengenai laporan ke Ombudsman, itu hak orang tua untuk melaporkan, dan kami siap menjelaskannya ke Ombudsman,” ucapnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi