oleh

Sebelum Kadinkes Lampura, Plt. Kepala Puskesmas Ini Lebih Dulu Disidang

RADARLAMPUNG.CO.ID – Eka Antoni SKM –terdakwa penyelewengan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Lampung Utara (Lampura)– harus lebih dulu duduk di kursi pesakitan. Dia mendahului Kepala Diskes Lampura nonaktif dr. Maya Metissa.

Warga Jalan Taman Wisata, Wayrarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun itu menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya Nugroho, terdakwa merupakan Plt. Kepala Puskesmas Ogan Lima. Ini berdasarkan Surat Tugas dari Kepala Dinkes Lampura tertanggal 7 Desember 2016.

Terdakwa bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran dan sebagai atasan langsung Bendahara Pengeluaran Pembantu BOK Puskesmas di lingkungan Dinkes Lampura tahun 2017. Demikian dijelaskan JPU, Jumat (28/8).

Lalu, pada tahun anggaran (TA) 2017, Puskesmas Ogan Lima mendapat alokasi dana BOK senilai Rp429.660.000. Kemudian puskesmas menerima dan mencairkan dana tersebut dari Dinkes Lampura dalam empat tahap.

Pada triwulan I Rp31.224.000, triwulan II Rp72.425.000, triwulan III Rp97.110.000, dan triwulan IV Rp228.901.000, yang kemudian anggaran dana BOK TA 2017 tersebut telah terserap oleh Puskesmas Ogan Lima sebesar 100 persen.

Mekanisme pencairan anggaran dana BOK TA 2017 oleh Puskesmas Ogan Lima dilakukan melalui pengajuan Nota Pencairan Dana (NPD) kepada Subbagian Keuangan Dinkes Lampura.

Lalu setelah NPD disetujui dan adanya pemberitahuan bahwa dana BOK telah tersedia dan dapat diambil, pihak Puskesmas Ogan Lima dalam hal ini saksi Nurhayati selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu BOK Puskesmas Ogan Lima atau terdakwa selaku Plt. Kepala Puskesmas Ogan Lima dapat mengambil dana BOK tersebut di ruang Bendahara Pengeluaran Dinkes Lampura.

Kemudian, saksi Novrida Nunyai membawa dua lembar kwitansi penerimaan dana BOK. Pada saat mengambil dana BOK tahun 2017 tersebut, saksi Nurhayati menerima uang tidak sesuai nilai yang tertera di  dalam NPD dan kwitansi pembayaran. Sebab telah dipotong saksi Novrida Nunyai sekitar 10 persen.

Akan tetapi saksi Nurhayati ataupun terdakwa tetap menandatangani kwitansi penerimaan dan tetap mengisi nilai uang di lembar kwitansi penerimaan sesuai NPD yang diajukan Puskesmas Ogan Lima.

Komentar

Rekomendasi