oleh

Mengaku Dikeroyok, Lurah Pengajaran Lapor Polisi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Keributan antara pamong kelurahan dan tim bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung kembali terjadi. Kali ini melibatkan Lurah Pengajaran, Telukbetung Utara (TbU) dan Tim Yusuf Kohar.

Akibat keributan yang terjadi Sabtu (29/8) tersebut, Lurah Pengajaran Dede Suganda mengaku mengalami luka lecet di leher dan tangan. Dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek TbU dengan nomor laporan polisi: Nomor laporan LP/B/573/VIII/2020/LPG/Resta Balam/Sektor TBU, Sabtu (29/8).

Dijelaskan Dede, kejadian tersebut bermula saat dirinya tengah kumpul bersama RT di salah satu rumah warga, kemudian RT 10 LK 01 ditelpon oleh Linmas bahwa ada tim dari Yusuf Kohar hendak sosialisasi di RT 10.

Mendapat laporan tersebut Ketua RT 01 Lk 01 dan RT 14 Lk 02 mendatangi lokasi yang dimaksud, di belakang indekos Innayah Jalan P. Emir M. Noer, Gang BI, Kelurahan Pengajaran. “Terjadi selisih paham, salah satu RT nelpon saya,” ujarnya, Minggu (30/8).

Menurut Dede, pihalnya tidak berbicara banyak, hanya meminta tim Bacalon untuk izin terlebih dahulu dengan aparat setempat. “Itu jadi permasalahnya, mereka gak senang, mereka mengatakan RT sama lurah menghalangi,” ucapnya.

Dirinya pun telah menjelaskan kepada tim tersebut tidak menghalangi, asalkan memiliki izin resmi dan akan dibantu. “Tapi mereka malah ngotot. Terjadilah keributan, mereka langsung menyerbu, saya dan Ketua RT 10 dikeroyok. Ada sekitar 10 orang,” jelasnya.

Lalu, apakah sosialisasi Bakal Calon tersebut dalam bentuk sembako? Dede pun belum mengahuinya lantaran belum terjadi. Namun, menurutnya dari keterangan masyarakat, tim tersebut hendak memberikan bingkisan ke warga. “Karena mereka yang mengajak kumpul warga bilang mau bagi bingkisan,” tuturnya.

Dari pengeroyokan tersebut menurut Dede dirinya dicekek, cakar, dan pukul. “Kalau berapa jumlah pukulan dan cekekan saya gak tau lagi. Tapi wilayah yang sakit ada di leher dan lecet di lengan sebelah kiri. Waktu kejadian hanya ada saya Ketua RT 10 dan 14 serta Linmas,” ucapnya.

Usai kejadian tersebut dirinya pun langsung melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek TbU. “Pak RT 10 juga dipukul di bagian dada sama di kepala namun tidak ada bukti fisik jadi gak divisum. Kita berharap polisi dapat menindak pelaku pengeroyokan ini supaya memberi efek jera,” ungkapnya.

Senada, Camat TbU Dentaria membenarkan hal tersebut, dirinya pun telah mengantarkan Lurah Pengajaran dan RT untuk melakukan visum di rumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek TbU.

“Ya benar, ada pengeroyokan. Sudah saya antar visum dan lapor ke polisi,” ujarnya.

Rombonga dari informasi yang ia dapat, berasal dari tim Yusuf Kohar berjumlah sekitar 10 orang. Datang menggunakan kendaraan roda dua ke RT 10 meminta untuk mengumpulkan warga. Namun warga menolak jika tim tersebut belum meminta izin ke RT setempat.

“Namun, rombongan mengaku telah izin ke RT dan lurah. Kemudian salah satu Linmas melapor ke RT 10 bahwa ada rombongan datang. Di mana rombongan itu sebenarnya tidak meminta izin ke RT dan lurah. Saat ditanya RT mereka marah-marah sambil pasang badan seperti ngajak berkelahi dan mengancam lapor ke polisi karena menghalangi,” jelasnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi