oleh

Tim PKM Polinela Tingkatkan Nilai Ekonomis Ubi Kayu di Jati Agung-Lamsel

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dari Kemristek/BRIN, Polinela merintis unit percontohan tepung ubi kayu tinggi protein bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Pusoro di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Tim PKM Polinela tersebut diketuai oleh Beni Hidayat, dengan anggota Ira Novita Sari dan Zukryandry serta melibatkan 4 orang mahasiswa sebagai tenaga pendamping.

Ketua Gapoktan Tri Pusoro, RM Anggoro menyadari bahwa selama ini, permintaan tepung cukup banyak. Salahsatunya dari kalangan pengusaha makanan yang ingin memproduksi produk pangan dengan bahan baku non-terigu atau terigu.

“Saya bersyukur, Tim PKM Polinela menghibahkan alat pengepres, sehingga meningkatkan kapasitas produksi protein  dalam proses pembuatan tepung ubi kayu. Kerjasama pembinaan Tim PKM Polinela sudah berjalan sejak 2019 hingga saat ini. Melalui kegiatan PKM ini kapasitas produksi dapat ditingkatkan dari sebelumnya 100 kg ubi kayu per minggu menjadi 100 kg ubi kayu per hari,”ungkapnya yang mengaku harga tepung ubi kayu dengan harga Rp15 ribu per kg.

Serahterima Alat Pengepres

Sementara, Ketua Tim PKM Polinela, Beni Hidayat menjelaskan, Produk Tepung Ubi Kayu sangat Tinggi Protein. Ini merupakan varian baru produk tepung ubi kayu yang dikembangkan Polinela sejak Tahun 2018.

Dibandingkan produk tepung ubi kayu lainnya, produk ini memiliki kelebihan yaitu memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu sekitar 5-6 persen.  “Peningkatan kandungan protein ini dilakukan melalui proses fermentasi semi-padat menggunakan Saccharomyces cerevisiae,”ucapnya.

Hasil uji coba produk, juga menunjukkan tepung ubi kayu tinggi protein. Inj dapat dijadikan bahan baku utama ataupun tambahan untuk aneka produk pangan seperti kue kering (cookies, coco chips), roti, mie, brownies, hingga makanan ringan (cassava stick dan cassava chips).

Maka dari itu, Beni menyampaikan pengembangan unit percontohan tepung ubi kayu tinggi protein di Desa Margo Mulyo diharapkan dapat memotivasi tumbuhnya usaha jenis di Desa/Kecamatan/Kabupaten lainnya.

Seperti diketahui, ubi kayu, khususnya ubi kayu racun (ubi kayu industry) selama ini hanya dipasarkan ke industry tapioka sehingga harganya sangat tergantung pada pasar industry tapioca dan pernah menyentuh angka hanya Rp 500 per kg yang membuat petani ubi kayu menjerit karena merugi.

Diharapkannya, melalui pengolahan tepung ubi kayu tinggi protein, petani ubi kayu memiliki alternatif lain selain dipasarkan ke industry tapioca, sehingga petani ubi kayu dapat merasakan nilai tambah dari komoditas ubi kayu yang dibudidayakannya. (gie/yud)

Komentar

Rekomendasi