oleh

BPRS Rajasa Lamteng Bakal Tambah Dua Kantor Kas di Bumiratunuban dan Terusannunyai

RADARLAMPUNG.CO.ID – PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Rajasa yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Tengah terus melebarkan sayapnya. Setelah Kalirejo, Rumbia, Punggur, dan Bandarmataram, BPRS Rajasa akan menambah dua kantor kas baru di Pasar Wates, Kecamatan Bumiratunuban, dan Pasar Bandaragung, Kecamatan Terusannunyai.

Direktur Utama BPRS Rajasa Sofian menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan pembukaan dua kantor kas baru. “Kita sedang mempersiapkan pembukaan dua kantor kas baru. Yakni di Pasar Wates, Kecamatan Bumiratunuban, dan Pasar Bandaragung, Kecamatan Terusannunyai,” katanya via telepon.

Lokasi kantor kas BPRS Rajasa, kata Sofian, di Pasar Wates sudah ada. “Kalau lokasi kantor kas di Pasar Wates sudah ada. Rencananya diresmikan 15 September 2020 ini. Tapi kalau di Kecamatan Terusannunyai, lokasinya belum dapat. Kalau sudah dapat, 1-2 bulan inilah kita juga resmikan,” ujarnya.

Terkait kepala kampung diminta membuka rekening di BPRS Rajasa, Sofian menyatakan belum semuanya. “Belum semuanya yang buka. Ya, ini karena belum semua kecamatan ada kantor kas. Bertahaplah,” ungkapnya.

Terkait proses pencairan alokasi dana kampung (ADK) bisa melalui BPRS Rajasa, Sofian menyatakan sedang dipersiapkan. “Sedang dipersiapkan. Kita masih kekurangan tenaga IT (informasi teknologi). Jika sudah siap, prosesnya bertahap,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengatakan bahwa adanya BPRS Rajasa merupakan upaya pemerintah daerah membangun stabilitas perekonomian di Bumi Jurai Siwo.

“Ini upaya kita membangun stabilitas perekonomian di Lamteng. Dibukanya kantor kas BPRS Rajasa semoga menambah kenyamanan bertransaksi bagi nasabah,” kata dia saat meresmikan Kantor Kas BPRS Rajasa Punggur dan Bandarmataram.

Perbankan, lanjutnya, adalah sektor yang menawarkan jasa, maka pelayanan bagi nasabah harus diutamakan. Seluruh komponen lapisan masyarakat harus memanfaatkan keberadaan BPRS Rajasa. BPRS Rajasa siap bersaing dengan bank-bank lain di Lamteng.

“Pemerintah daerah selalu memberikan support demi kemajuan BPRS Rajasa,” katanya.

Loekman berharap BPRS Rajasa bisa menjadi bank kebanggaan masyarakat di Lamteng.

“Sirkulasi keuangan akan semakin maju apabila masyarakat Lamteng mendukung adanya BPRS Rajasa. Semua kecamatan di Lamteng nanti harus ada kantor kas,” ucapnya.

“Di Metro juga kalau bisa dibuka kantor kas BPRS Rajasa supaya lebih berkembang. Bisa berkembang hingga luar daerah. Kalau untung banyak kan bisa berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Lamteng,” lanjutnya.

Kepada Kakam, Loekman meminta membuka rekening di BPRS Rajasa. Wajib hukumnya. Kalau tidak dilampirkan rekening BPRS Rajasa, dana desanya tidak diproses.

“Apalagi, kita sudah penuhi kewajiban penyertaan modal Rp3,5 miliar tahun ini sehingga penyertaan modal sudah Rp10 miliar. Jadi semuanya harus support BPRS Rajasa. BPRS ini punya kita. Pergunakan fasilitas perbankan ini. Saya ingin BPRS Rajasa betul-betul bisa bersaing dengan bank-bank lain,” katanya.

Bagi yang punya usaha kuliner dan pedagang pasar, kata Loekman, juga harus diarahkan agar membuka rekening BPRS Rajasa.

“Nanti saya cek siapa saja yang sudah buka rekening BPRS Rajasa. Kakam juga harus mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan BPRS Rajasa. Pengelolaannya sistem syariah,” ucapnya.

Tapi, kata dia, bukan berarti hanya umat muslim yang boleh memanfaatkannya. Secara umum semua bisa dilayani.

“Mari dukung sepenuhnya! Fasilitas BPRS Rajasa banyak. Saya juga ingin penyaluran Siltap aparatur kampung nantinya melalui BPRS Rajasa. Kalau bukan kita, siapa lagi yang membesarkannya? Bagaimana masyarakat luas percaya jika kita saja tidak punya rekening BPRS Rajasa?” katanya.

Loekman menyatakan, direncanakan juga akan meng-handle E-Waroeng dalam penyaluran BNPT lewat BPRS Rajasa.

“Kita juga akan meng-handle E-Waroeng supaya sirkulasi keuangan lebih cepat lagi. Kemudian di 311 kampung dan kelurahan harus ada outlet BPRS Rajasa. Kakam bisa siapkan satu ruangan untuk outlet-nya. Sekarang ini saya fokus bagaimana Lamteng jadi daerah terhebat di Lampung bahkan Indonesia. Ini tak akan terwujud tanpa kerja sama semua komponen masyarakat. Jadi harus kompak supaya harapan ini terwujud,” ujarnya

Diketahui BPRS Rajasa sudah ada sejak 2008. Namun, sempat pasang-surut. Pada 2015 hingga sekarang terus tumbuh. Sekarang ini asetnya sekitar Rp47 miliar. Kewajiban setornya mulai Rp10 miliar. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi