oleh

Neraca Perdagangan Lampung Masih Surplus

radarlampung.co.id – Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juli 2020 mencapai US$276,85 juta lebih tinggi dari nilai impor Juli 2020 yang mencapai US$108,87 juta. Kondisi ini menjelaskan bahwa neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juli 2020 mengalami surplus sebesar US$167,98 juta.

Surplus neraca perdagangan Provinsi Lampung pada Juli 2020 diperoleh dari kelompok negara Uni Eropa sebesar US$51,66 juta, kelompok negara lainnya sebesar US$87,57 juta, sepuluh negara utama lainnya sebesar US$16,16 juta, dan pada kelompok negara ASEAN neraca perdagangan sebesar US$12,60 juta

Secara rinci, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung, Faizal Anwar mengatakan, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juli 2020 mencapai US$276,85 juta, mengalami peningkatan sebesar US$55,79 juta atau naik 25,24 persen dibanding ekspor Juni 2020 yang tercatat US$ 221,06 juta.

“Nilai ekspor Juli 2020 ini jika dibandingkan dengan Juli 2019 yang tercatat US$218,70 juta, mengalami peningkatan sebesar US$58,15 juta atau naik 26,59 persen,” katanya, Selasa (1/9).

Sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Juli 2020 yakni lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; batu bara; bubur kayu/pulp; karet dan barang dari karet; ampas/sisa industri makanan; daging dan ikan olahan; ikan dan udang; dan berbagai produk kimia.

Peningkatan ekspor Juli 2020 terhadap Juni 2020 terjadi pada enam golongan barang utama yaitu berbagai produk kimia naik 86,02 persen; lemak dan minyak hewan/nabati naik 61,93 persen; daging dan ikan olahan naik 34,30 persen; olahan dari buah buahan/sayuran naik 19,05 persen; kopi, teh, rempah rempah naik 18,34 persen; dan bubur kayu/pulp naik 5,78 persen.

“Ada pun golongan barang utama yang mengalami penurunan yakni batu bara turun 30,63 persen; ampas/sisa industri makanan turun 14,54 persen; karet dan barang dari karet turun 7,72 persen; dan ikan dan udang turun 0,91 persen,” katanya.

Ekspor menurut sektor pada Juli 2020 dibanding Juni 2020 untuk sektor pertanian dan industri pengolahan mengalami peningkatan. Produk pertanian mengalami peningkatan sebesar 20,09 persen dan produk industri pengolahan naik 34,47 persen. Sementara produk pertambangan dan lainnya turun 30,67 persen.

Jika dibandingkan dengan Juli 2019, produk pertanian naik 64,93 persen, produk industri pengolahan naik 45,16 persen, dan produk pertambangan dan lainnya turun 45,44 persen. Ekspor menurut sektor pada Januari-Juli 2020 dibandingkan Januari-Juli 2019, produk pertanian naik 3,53 persen, produk industri pengolahan naik 10,89 persen, dan produk pertambangan dan lainnya turun 46,43 persen

Sementara itu, nilai impor Provinsi Lampung pada Juli 2020 mencapai US$108,87 juta atau mengalami penurunan sebesar US$23,83 juta atau turun 17,96 persen dibanding Juni 2020 yang tercatat US$132,70 juta. Nilai impor Juli 2020 tersebut lebih rendah US$78,22 juta atau turun 41,81 persen jika dibanding Juli 2019 yang tercatat US$187,09 juta.

Dia mengatakan, dari 10 golongan barang impor utama pada Juli 2020, lima diantaranya mengalami penurunan, masing-masing yakni gula dan kembang gula turun 65,18 persen; besi dan baja turun 52,72 persen; pupuk turun 34,62 persen; bahan kimia organik turun 22,52 persen; dan berbagai produk kimia turun 0,32 persen.

Adapun golongan barang impor utama yang mengalami peningkatan yakni binatang hidup naik 84,21 persen; gandum-ganduman naik 83,38 persen; ampas/sisa industri makanan naik 43,00 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik 22,64 persen; dan garam, belerang, dan kapur naik 4,31.

Kontribusi sepuluh golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Juli 2020 mencapai 63,28 persen. Secara rinci yakni binatang hidup 21,41 persen; gula dan kembang gula 18,53 persen; ampas/sisa industri makanan 8,75 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik 5,72 persen; gandum-ganduman 3,58 persen; dan berbagai produk kimia 1,27 persen;

Kemudian bahan kimia organik 1,18 persen; besi dan baja 1,06 persen; pupuk 1,02 persen; dan garam, belerang, dan kapur 0,76 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang pada Juli 2020 dibanding Juni 2020 untuk dua kelompok penggunaan barang mengalami peningkatan. Barang konsumsi mengalami peningkatan sebesar 62,99 persen dan barang modal naik 20,10 persen.

Sedangkan bahan baku/penolong turun 19,63 persen. Jika dibandingkan dengan Juli 2019, barang konsumsi naik 23,55 persen, bahan baku/penolong turun 41,09 persen, dan barang modal turun 59,35 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang Januari-Juli 2020 dibandingkan Januari-Juli 2019, barang konsumsi turun 7,45 persen, bahan baku/penolong turun 59,93 persen, dan barang modal turun 34,31 persen. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi