oleh

PKS Lampung Serahkan B1KWK, Tapi Belum Ada untuk Rycko-Johan

RADARLAMPUNG.CO.ID- DPW PKS Lampung menyerahkan form B1KWK hanya kepada empat Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Kepala Daerah. Penyerahan dilakukan di kantor DPW setempat, Rabu (2/9).

Namun, ke empatnya tidak ada nama Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung, Rycko Menoza-Johan Sulaiman. Rekom B1KWK hanya diberikan kepada Nessy Kalvia-Imam Suhadi (Lampung Tengah), Dendi Ramadhona-S.Marzuki (Pesawaran), Zaiful Bokhari-Sudibyo (Lampung Timur), Raden Adipati Surya-Ali Rahman (Waykanan).

Sekretaris DPW PKS Lampung, Ade Ibnu Utami mengatakan memang penyerahan baru dilakukan empat daerah. Sementara tiga daerah nya lagi dilakukan besok. Namun, meski penyerahan besok, kata Ade, khusus di Bandarlampung tidak ada perubahan rekomendasi ke Rycko Menoza-Johan Sulaiman.

“Kami semua dipanggil oleh DPP, dengan banyak penjelasan-penjelasan. Yang kami tangkap, keinginan DPP di Bandarlampung untuk mengusung kader internalnya. Sebab di Ibukota PKS harus berpartisipasi. Semua kita komunikasi, semua kita tawarkan wakil. Tapi sampai last minutes, yang mau menggandeng kita adalah bung Rycko. Dan sangat tegas DPP menyatakan kader harus maju,” ujar Anggota DPRD Provinsi Lampung ini.

Ade melanjutkan, alasan lain mengusung Rycko adalah PKS merasa anak mantan Gubernur Lamoung Sjachroedin Z.P itu, memiliki elektabilitas yang bagus dengan segala pengalamannya di Lampung Selatan.

“Dan ketika disandingkan kader PKS dengan bung Rycko, kita yakin bisa menang. Kemudian juga, secara tidak langsung, ini mernguatkan hubungan PKS dengan Golkar. Sebab di Lamsel kan keduanya berkoalisi. Mudah-mudahan dengan komposisi seperti ini bisa menjadi kekuatan,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan komunikasi dengan Eva Dwiana? Kata Ade, komunikasi masih berjalan dengan baik dengan seluruh parpol lain.

“Protes dari bu Eva saya kira tidak. Kita sudah berkomunikasi. Kita sampaikan kita terbuka kok. Mereka memahami, pak Herman juga memaklumi. Tapi saya menangkap keduanya ini kan Negarawan, begitu pula kami sama, sebagai DPW atau perwakilan daerah, siap menerima perintah dari DPP. Bahasa kita samikna wato’na, ” kata dia. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi