oleh

Kantor Bahasa Provinsi Lampung Analisis 5 Ribu Kosa Kata Baru

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kantor Bahasa Provinsi Lampung setidaknya telah mengumpulkan 5 ribu kosa kata baru Bahasa Lampung selama kepemimpinan Yanti Riswara.

Hal tersebut dikatakan Yanti selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung yang lama saat pisah sambut Kepala Kantor Bahasa dengan pimpinan yang baru, Kamis (3/9).

Yanti mengatakan, hingga 2024, perencanaan strategi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menginstruksikan setiap kantor bahasa untuk mengumpulkan sekitar seribu kosa kata baru setiap tahunnya.

“Untuk revisi kamus bahasa Lampung sendiri, itu baru memuat sekitar 10 ribu lema kosa kata. Selama hampir lima tahun ini, teman-teman sudah mengumpulkan sekitar seribu kosa kata pertahunnya. Artinya ada 5 ribu kosa kata baru yang sedang dianalisis,” katanya, Kamis (3/9).


Pemred Radar Lampung Taufik Wijaya menghadiri pisah sambut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Yanti menuturkan, masih banyak pekerjaan yang belum tuntas untuk dikerjakan. Menurutnya, terkait bahasa dan sastra, pekerjaan yang tidak pernah habis. Apalagi provinsi Lampung sangat kaya dengan bahasa dan sastra.

“Untuk bahasa, memiliki sejumlah dialek dan bahkan sub-sub dialek yang variatif. Dan juga sastranya, juga sangat kaya. Bahasa Lampung juga memiliki sastra lisan yang banyak, dan itu pasti masih belum banyak terolah. Itu akan menjadi lahan yang begitu besar bagi Ibu Eva dalam menjalankan kepemimpinan di Kantor Bahasa Lampung,” jelasnya.

Selama kepemimpinanya juga, Yanti sudah banyak mengerjakan program-program yang dibuat dari badan bahasa seperti literasi, kegiatan pengembangan bahasa dan sastra, pelindungan bahasa dan sastra, serta program lainnya.

“Pada prinsipnya, semuanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia dan melindungi bahasa daerah yang ada di Lampung,” ucapnya.

Sementara, Kepala Kantor Bahasa Lampung yang baru Eva Krisna, menuturkan, semua program sudah dimulai dengan baik oleh pemimpin yang lama. Tugasnya saat ini tentunya akan menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa. Namun, ia tidak akan merubah apapun tapi melanjutkan yang sudah ada.

“Saya tertarik dengan aksara Lampung. Karena saya peneliti sastra, jadi saya melihat tiga genre, lisan, tulisan, dan sastra modern. Untuk sastra modern terkait dengan program badan bahasa, dan kita akan memulai untuk penelitian sastra modern Lampung,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi