oleh

Kartu Petani Berjaya Dilaunching Awal Oktober

RADARLAMPUNG.CO.ID-Program utama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan wakil gubernur Lampung, Chusnunia, Kartu Petani Berjaya (KPB) bakal dilaunching awal Oktober. Sejumlah menteri bakal diundang dalam kegiatan ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat di temui usai menghadiri rapat launching KPB di Rupatama, Kantor Gubernur Lampung Kamis (3/9).

“KPB kita baru dibahas insyaallah awal Oktober akan di launcing karena kita ingin menghadirkan menteri yang tidak mungkin tanpa di konsultasikan. Sehingga waktu nya akan kita sesuaikan dengan kehadiran bapak Menteri, saya minta Menteri Pertanian, Menko Perekonomian, BUMN dan ESDM bisa berkunjung karena peresmian KPB terkait dengan petani pangan,” beber Arinal.

Rencananya, launching ini akan digelar di Trimurjo, Lampung Tengah. Dia melanjutkan, program utama KPB ini adalah untuk membantu usaha tani. Di mana harus tersedia benih yang tepat waktu, tepat tempat, pupuk.

Nantinya, Ada juga peresmian lahan perkebunan cabai dengan luas 800 hektar yang dibantu oleh PT Bukit Asam. Juga ada bantuan dari Petrokimia mobil unit nya yang bisa mendeteksi kebutuhan pertanian.

“Jadi mulai ketersediaan pupuk dimasing-masing lokasi tanaman dan pupuk itu apa saja yang kurang apa saja yang bisa berlebih. Selama ini kita memberikan pupuk secara total padahal unsur hara ada yang kurang dan lebih,” tambahnya.

Selain itu, nantinya juga dengan sistem KPB yang menggunakan teknologi elektronik card yang nanti diharapkan secara online petani bisa mendapatkan pupuk, benih, lebih bagus lagi petani sekarang tidak perlu bertanya lagi harga produksi nya.

“Bisa mendapatkan informasi kebutuhan pasar sehingga bisa melakukan tanaman. Yang penting perbankan juga hadir di platfon kur untuk petani adalah 50 juta. Tetapi kita tidak hanya untuk pengembangan padi tetapi khusus kita kembangkan ternak dan perikanan. Mudah mudahan lampung akan menemukan cara terbaik yang bisa diterapkan untuk Indonesia maju. Disertai panen dengan alat modern,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi telah terdata saat ini sebanyak 14 ribu petani yang tercover di KPB.

“Yang sudah terdata yang memang sudah dimasukan rekening ada 14 ribu di BNI. Yang sudah terdaftar di E-RDKK (elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok) tapi 653 ribu, nanti kedepan harus semua,” lanjut Kusnardi.

Dia melanjutkan, semua petani nantinya harus tercover KPB. “Jadi KPB ini berguna untuk penebusan pupuk subsidi pakai KPB untuk tahun depan. Kalau ada petani mau ambil pupuk subsidi harus KPB, kalau dipusat tani itu KPB,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi